"Prinsip utama yang diterapkan sekarang adalah untuk mempercepat proses itu, mengurangi birokrasi, mempercepat dan mempermudah proses itu," kata Retno di kantor Kementerian Luar Negeri, Kamis (27/8).
Retno memaparkan harus kembali meninjau arahan dari presiden dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang menyatakan jurnalis asing bebas menulis dan meliput di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno memaparkan bahwa Kemenlu tetap dapat memberikan izin dalam waktu yang lebih singkat dan cara yang lebih mudah.
Tjahjo mengaku pada prinsipnya kebebasan pers asing akan tetap diberikan. Hanya saja ada hal-hal yang juga harus diperhatikan oleh jurnalis asing yang datang ke Indonesia.
Dengan pencabutan Surat Edaran 482.3/4439/SJ, yang mengharuskan jurnalis asing serta kru film yang hendak melakukan kegiatan di Indonesia memiliki izin dari Tim Koordinasi Kunjungan Orang Asing di Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Tjahjo pun meminta kepada pejabat kementeriannya dan Pemda untuk membuka tangan atas kedatangan jurnalis asing.
Tidak hanya itu,dia juga sempat menyebut bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga telah memberikan kebijakan peluang jurnalis asing untuk masuk dengan terbuka. Hanya saja, tetap ada prosedur yang harus dilakukan oleh para pewarta asing.
Dengan pencabutan surat edaran tersebut, Tjahjo pun memastikan jurnalis asing tidak lagi perlu meminta izin kepada pemerintah daerah yang dikunjunginya. (ama/ama)