Retno memang kerap mengkomunikasikan upaya Bebas Visa Schengen dalam setiap kunjungan kerja ataupun pertemuan bilateral terhadap negara-negara anggota Uni Eropa. Pada 10 Juli lalu, Retno bertemu dengan Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans untuk membahas upaya ini. Menurutnya, pembebasan visa Schengen akan mampu mendorong people to people contact antara masyarakat Indonesia dan negara-negara Uni Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membahas pembebasan visa, dalam pertemuan ini kedua menteri juga menandatangani tiga perjanjian untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Ketiga perjanjian tersebut adalah Memorandum Saling Pengertian bidang Konsultasi Bilateral, Persetujuan Bebas Visa (PBV) bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas serta Kerjasama Ekonomi dan Teknik (KSET).
Hubungan bilateral Indonesia dan Lithuania terjalin sejak 1993. Indonesia melihat Lithuania sebagai salah satu mitra strategis di kawasan Eropa Tengah. Pada 2014 lalu, neraca perdagangan ekspor ke Lithuania mencapai US$24,65 juta melalui produk unggulan seperti CPO, kopi, tembakau dan mebel. Indonesia menargetkan pada 2019 mendatang, angka ini akan meningkat hingga mencapai US$55,7 juta.
Menlu Lithuania berada di Jakarta dalam rangka kunjungan resmi selama 3 hari, 26-28 Agustus 2015. Kunjungan ini merupakan kunjungan resmi pertama kalinya bagi Menlu Lithuania sepanjang 23 tahun hubungan bilateral Lithuania-Indonesia. (stu)