Lewat Blog, Mahathir Jelaskan Kehadirannya di Aksi Bersih

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2015 17:43 WIB
Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menjelaskan perihal kehadirannya dalam aksi unjuk rasa Bersih 4, lewat tulisan di blog miliknya. Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menjelaskan perihal kehadirannya dalam aksi unjuk rasa Bersih 4, lewat tulisan di blog miliknya. (Reuters/Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan perdana menteri dan tokoh politik Malaysia, Mahathir Mohamad menjelaskan perihal kehadirannya dalam aksi unjuk rasa Bersih 4 yang digelar pada Sabtu (29/8) dan Ahad (30/1), menuntut Perdana Menteri Najib Razak mundur dari jabatannya.

"Ramai bertanya-tanya apakah saya sudah jadi penyokong Bersih. Apakah saya sokong partai lawan, DAP dan Kit Siang. Ada juga yang bertanya (apakah) saya sudah memihak kepada orang China," tulis Mahathir dalam tulisan berjudul "Bersih" di blog miliknya, Chedet.cc.

Dalam tulisan itu, Mahathir memaparkan bahwa dia sebenarnya tidak menyetujui aksi unjuk rasa untuk menekan pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaan. Menurut Mahathir, aksi turun ke jalan dapat menggangu situasi ekonomi.


Namun, Mahathir menyatakan bahwa Najib sudah bertindak jauh dengan menghalangi sejumlah institusi kerajaan untuk melakukan tugas mereka, yaitu melindungi hak rakyat.

Mahathir menyinggung soal penanganan dugaan kasus korupsi di lembaga investasi 1MDB dan aliran dana miliaran ringgit ke rekening Najib. Penyelidikan yang dilakukan oleh satgas khusus terdiri dari Jaksa Agung, Bank Negara, Kepolisian Di Raja Malaysia dan Komisi Anti-Korupsi Malaysia.

Mahathir menilai penyelidikan itu terkesan lambat tanpa ada kemajuan. "Rakyat disuruh menunggu hingga penyelidikan selesai. Sementara Najib tidak dapat menjelaskan soal aliran dana tersebut," tulis Mahathir.

Mahathir memaparkan bahwa ketika penyelidikan masih berjalan, Najib kemudian menyingkirkan penyidik dari Mahkamah Agung dan meminta Ketua Komisi Anti-Korupsi Malaysia untuk cuti, serta mengancam Gubernur Bank Negara.

Sementara, sejumlah pejabat dimasukkan ke dalam penyelidikan tersebut, yang menurut Mahathir, tidak serius melakukan penyelidikan, dan bahkan menghalangi penyelidikan soal aliran dana.

Mahathir menjabarkan bahwa kepada para pemimpin partai UMNO, Najib mengungkapkan dana tersebut digunakan untuk keperluan partai dalam kampanye pemilihan umum Malaysia pada Maret 2013.

"Uang tersebut berkali-kali lipat lebih besar dari untuk sekedar keperluan kampanye, seperti membeli nasi lemak atau minuman untuk para anggota. Ini tak masuk akal," tulis Mahathir.

Terkait sumber dana, Najib kerap menyatakan berasal dari sumbangan donor, tetapi tidak menyebutkan dalam format apa uang tersebut diberikan, bank apa yang terkait dan rincian lainnya.

"Namun, jika uang itu digunakan untuk menyuap para pejabat DPR sebanyak jutaan ringgit per orang, maka aliran dana tersebut masuk akal," tulis Mahathir.

Situasi di Malaysia semakin buruk

"Najib akan membantah hal ini, tetapi situasi di Malaysia sangat buruk. Ketegangan antar ras, melemahnya nilai ringgit, jauh lebih buruk daripada Singapura, Thailand, dan negara lainnya. Harga kebutuhan hidup melambung tinggi dan utang negara terus bertumpuk," tulis Mahathir.

Mahathir memapaparkan bahwa situasi ini akan terus berlangsung jika Najib tetap menjabat. "Semua cara untuk melengserkan perdana menteri telah ditutup oleh Najib. Satu-satunya cara adalah melalui suara rakyat," kata Mahathir.

Alasan inilah yang kemudian mendorong Mahathir untuk hadir dalam aksi unjuk rasa Bersih 4 pada akhir pekan lalu.

"Saya meminta semua pejabat Barisan Nasional (BN) dan UMNO untuk memilih tidak percaya kepada Najib. BN tak akan bubar tanpa Najib, dan akan tetap menjadi partai mayoritas," tulis Mahathir.

"Ekonomi Malaysia akan jatuh, ringgit akan terus merosot, dan utang nasional akan semakin meningkat. Ini adalah masa depan yang menunggu Malaysia, karena perbuatan Najib," tulis Mahathir. (stu)