Mahathir Siap Diinterogasi terkait Aksi Bersih

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 09/09/2015 15:18 WIB
Mahathir Siap Diinterogasi terkait Aksi Bersih Mahathir mengaku siap jika polisi ingin melakukan investigasi terkait komentarnya saat hadir dalam aksi Bersih pada dua pekan lalu. (Reuters/Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, kembali dari perjalanan luar negeri pada Rabu (9/9). Mahathir mengaku siap jika polisi ingin melakukan investigasi terkait komentarnya saat hadir dalam aksi Bersih pada dua pekan lalu.

"(Biarkan mereka) menginvestigasi. Itu tugas mereka," ujar Mahathir kepada awak media di hadapan kerumunan warga yang menyambutnya di bandara sepulangnya dari Yordania.

Ketika ditanya ihwal kemungkinan ia ditahan akibat memakai hak konstitusionalnya, Mahathir hanya berkata, "Saya rasa mereka tidak akan melakukannya, tapi saya akan tunduk."


Diberitakan sebelumnya, Mahathir tanpa diduga hadir dalam demonstrasi Bersih di Kuala Lumpur, Sabtu (29/8). Mahathir dan istrinya, Siti Hasmah Ali, tiba sekitar pukul 19.30 waktu setempat dan disambut sorak gembira para demonstran.

Dikutip dari Malaysiakini, ketika berpidato di stadion indoor Pasir Gudang, Dr M, begitu Mahathir kerap dipanggil, sempat mengeluarkan kata-kata keras yang ditujukan kepada Najib.

"Saya pikir jika bangsat itu pergi, maka kita tak akan jadi bangsatlah," kata Mahathir waktu itu, disambut suara tertawa dan tepuk tangan dari massa. Bangsat, dalam bahasa Melayu berarti 'orang yang jahat perangainya seperti pencuri.'

"Orang itu yang berada di atas hukum dan konstitusi yang telah melanggar aturan hukum. Orang itu bertanggung jawab atas Malaysia sekarang ini," kata Mahathir, tanpa menyebutkan nama meskipun jelas bahwa ia menyinggung Perdana Menteri Najib Abdul Razak.

Sekitar 20-25 ribu orang turun ke jalanan Kuala Lumpur pada Sabtu dan Minggu lalu. Mereka tergabung dalam gerakan Bersih, menuntut Najib Razak mengundurkan diri. Dengan pakaian dan atribut berwarna kuning, lautan massa menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia dan berteriak "Bersih!"

Banyak pengamat mengatakan, meski gerakan ini besar, tak akan membuat perubahan signifikan, apalagi sampai menjatuhkan Najib.

Najib menghadapi menghadapi serangan sejak terjadinya kisruh 1MDB atau 1Malaysia Development Berhad, lembaga investasi Malaysia, yang terlilit utang. Lantas harian Wall Street Journal melaporkan bahwa dana sebesar US$700 juta dari 1MDB mengalir ke rekening pribadinya pada 2013 selama masa kampanye pemilu di Malaysia. Najib menyangkal tuduhan ini, dan penyelidikan kemudian menetapkan bahwa uang yang mengalir ke rekening Najib berasal dari para donor.

Membingungkan

Sementara itu, politisi oposisi Malaysia dari koalisi Pakatan Rakyat, Tian Chua, yang hadir dalam pemeriksaan tujuh aktivis Bersih di Markas Besar Kepolisian Di Raja Malaysia pada Rabu (2/9), mengatakan rencana pemanggilan Mahathir membingungkan.

"Apakah pemanggilan juga akan berlaku sama pada ratuaan ribu pendukung Bersih lainnya?" ujar Tian kepada media.

"Mahathir bukan penyelenggara, dia hanya satu orang yang berada di kumpulan 500 ribu orang," lanjut dia. (stu/stu)