Turnbull menjadi perdana menteri Australia keempat selama dua tahun, terhitung sejak ia dilantik Selasa (15/9). Ia berhasil memenangkan pertarungan di Partai Liberal—partai senior dalam koalisi konservatif—dalam pemungutan suara pada Senin.
Australia merupakan salah satu penghasil karbon per kapita terbesar akibat ketergantungannya terhadap energi batu bara. Pasca menyingkirkan Tony Abbott, Turnbull menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan target emisi karbon pemerintah dan kebijakan soal perubahan iklim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abbott menumbangkan Turnbull dalam kudeta partai di akhir 2009, saat koalisi Partai Liberal masih menjadi oposisi, terutama di tengah ketidakpuasan atas dukungan Turnbull untuk skema perdagangan emisi.
"Saya membayangkan dia akan berusaha menjual perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi ketimbang lingkungan," imbuh Maddison.
Meningkatkan ekonomi Australia yang tengah goyah akan jadi fokus kepemimpinan Turnbull. Para analis berharap ia akan lebih agresif dalam membuat kebijakan perubahan iklim sebagai alat untuk mengatasi akhir era emas pertambangan Australia selama satu abad terakhir.
Menurut pengamat, Turnbull bisa jadi memiliki keberhasilan lebih baik dalam membawa kolega Liberalnya yang skeptis dengan membalut kebijakan perubahan iklim sebagai alat penyeimbang ekonomi Australia yang melambat.
Ia sepertinya akan mengikat kebijakan itu dengan keamanan ekonomi Australia di masa depan, sebagai alat untuk mengatasi tingkat pengangguran yang tinggi 13 tahun ini, di tengah-tengah perlambatan industri tambang.
Langkah Turnbull yang menguatkan kebijakan perubahan iklim akan membawa koalisi lebih dekat dengan opini publik.
"Dunia sudah berubah," kata Kepala Eksklusif Institut Iklim, John Connor, yang mengadvokasi aksi untuk pemanasan global. "Kini di pertengahan 2015, rakyat Australia sangat mendukung aksi iklim yang lebih kuat dan investasi di energi terbarukan."
Survei dari Insitut Iklim bulan lalu menunjukkan 63 persen orang Australia percaya bahwa pemerintahan Abbott tidak melakukan cukup usaha untuk memerangi perubahan iklim.
Agustus lalu, Australia berjanji memotong emisi sebanyak 26-28 persen dari emisi tahun 2005 pada 2030 mendatang. Komitmen ini justru menuai kecaman karena Abbott sangat mendukung penggunaan batu bara. (stu)