“Ketika saya berbicara dengan Thaksin, ia mengatakan pada saya untuk berpura-pura mati sedikit lebih lama,” kata pemimpin kaus merah Thailand, Kwanchai Praipana, di Provinsi Udon Thani yang merupakan basis pro-Thaksin, dikutip dari Reuters (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thaksin, miliuner yang kini berada di luar negeri untuk menghindari vonis penjara terkait gratifikasi, digulingkan lewat kudeta pada 2006, namun masih menjadi figur politik yang diperhitungkan di Thailand hingga kini.
Meski saat ini militer memegang kuasa setelah menggulingkan adik Thaksin, Yingluck Shinawatra tahun lalu, Thaksin dan sekutunya selalu memenangkan tiap pemilu yang diadakan sejak 2001.
Pemerintah junta memangkas subsidi bagi pedesaan, dan pemimpin kudeta sekaligus Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa pemilu mendatang di Thailand akan dilaksanakan sekitar Juli 2017.
Kudeta yang dilakukan Prayuth tejadi setelah demonstrasi besar kedua kubu politik Thailand, kaus kuning dan kaus merah. Ia mengatakan harus mengambil alih untuk mencegah perpecahan di masyarakat. Banyak warga Thailand, terutama kelompok kelas menengah dan kaum elite Bangkok, mendukung intervensi Prayuth. (stu)