Dalam wawancara pada Selasa (2/2), Raja Abdullah menyatakan bahwa krisis pengungsi Suriah membebani pelayanan sosial dan mengancam stabilitas regional Di Yordania. Negara itu menampung lebih dari 600 ribu pengungsi Suriah yang terdaftar di PBB.
Kamis (28/1) lalu, para pejabat menyatakan Uni Eropa menjanjikan sekitar 2 miliar Euro (Rp29,6 triliun) dalam konferensi donor internasional yang akan diselenggarakan di London pada pekan ini untuk membantu pengungsi Suriah di Yordania, Libanon dan Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjadi bagian dari koalisi internasional pimpinan AS yang menargetkan ISIS di Suriah, Yordania dipuji karena membantu pengungsi. Yordania menjadi penerima bantuan besar dari luar negeri sebagai timbal balik.
Namun, Yordania juga menuai kritik dari sekutu Barat dan Komisaris Tinggi untuk Pengungsi PBB atas situasi di dekat perbatasan dengan Suriah, di mana ribuan pengungsi Suriah tidak mendapatkan bantuan apapun.
Raja Abdullah menyatakan jika Yordania tidak menerima bantuan, krisis pengungsi akan semakin memburuk.
"Masyarakat internasional, kami selalu berdiri bahu-membahu di sisi Anda. Kami sekarang meminta bantuan Anda, Anda tidak bisa mengatakan tidak saat ini," katanya. (ama)