Kisah ini pertama kali terungkap dalam buku terbaru karya seorang sersan dalam peleton anti-tank militer Inggris, Tom Pal, yang bertajuk "Coldstream Guards, 10 Years in Afghanistan, Guardsmen's Stories."
Pal menceritakan bagaimana ia dan Harry berada di baris ketiga dalam pertahanan Inggris. Mereka sedang mengobrol ketika rudal tersebut menghantam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pal mengatakan kepada The Times bahwa rudal tersebut menabrak sebuah gedung yang terletak sekitar 60 meter dari tempat mereka duduk. Menurut Pal, saat itu Pangeran Harry sangat terkejut.
"Itu sangat dekat. Saat itu kami bekerja, semua sangat menguras mental. Beberapa pos pemeriksaan diserang setiap hari. Tak ada hal baru. Hal baru adalah ketika Anda duduk di samping anggota kerajaan, berbincang, hal-hal tak penting. Lalu tiba-tiba, semuanya buyar," tulis Pal.
"Saya pernah melihatnya di tempat pelatihan sebelum penempatan di Gurkhas, tapi saya tidak berpikir ia akan berada di sana dan melakukan pekerjaan yang cukup berbahaya sebagai pengontrol dari udara," katanya.
Menurut RT, dalam perjalanan keduanya ke Afghanistan ini, Harry bekerja sebagai kru dalam helikopter Apache untuk mengawasi tentara di darat.
Ia sempat menyebar kontroversi ketika membandingkan pekerjaannya sebagai kopilot dengan sekadar bermain video di komputer. (ama)