Diberitakan Reuters, jenazah staf PBB untuk misi di Diyala, Amer al-Kaissy, ditemukan November lalu di kota Baquba dengan luka tembak. Diduga dia tewas akibat dieksekusi penculiknya.
Dia telah dikuburkan bulan lalu, namun identitasnya baru diketahui awal pekan ini setelah seorang kawannya mengenalinya melalui foto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok bersenjata Syiah ini dianggap sebagai salah satu musuh terkuat ISIS di Irak, namun beberapa faksinya dituduh telah melakukan berbagai pelanggaran HAM.
Ini adalah kali pertama dalam lima tahun staf PBB tewas dalam tugas. Sebelumnya tahun 2010, seorang staf PBB tewas ketika bom mobil meledak dekat rumahnya di Irak.
Tahun 2003, sebuah bom truk meledak di bekas markas PBB di Baghdad menyusul invasi AS ke Irak, menewaskan 22 orang, termasuk salah satunya adalah utusan PBB untuk Irak, Sergio Vieira de Mello, seorang warga Brasil. (den)