"1MDB secara konsisten menyatakan bahwa kami tidak memberikan dana apa pun ke rekening pribadi Perdana Menteri," bunyi pernyataan 1MDB yang diterima CNN Indonesia.com pada Selasa (1/3).
Dalam pernyataan tersebut, 1MDB kembali menjelaskan bahwa tuduhan itu telah ditanyakan tidak benar oleh sejumlah pihak berwenang Malaysia, seperti Komisi Anti-Koruspi Malaysia, Jaksa Agung Malaysia, dan dalam berbagai publikasi internasional terkemuka. Sejumlah lembaga itu telah mengkonfirmasi bahwa dana itu berasal dari Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut 1MDB, ketergantungan WSJ kepada sejumlah sumber anonim dalam pemberitaan mereka, yang mungkin ada atau mungkin tidak ada, mengkhianati standar jurnalistik dasar.
1MDB juga menyebutkan bahwa WSJ tidak melakukan pelaporan yang seimbang.
Penyidik dari dua negara yang tidak disebutkan namanya membenarkan dana US$681 juta itu telah dikembalikan, namun mereka meyakini dana tersebut berasal dari 1MDB yang ditransfer ke rekening Najib melalui jalur yang kompleks, bukan hibah dari Saudi.
Penyelidikan kasus ini melibatkan aparat di Malaysia, Amerika Serikat, Swiss, Singapura, Hong Kong dan Abu Dhabi.
Seharusnya dana ini masuk ke perusahaan negara Abu Dhabi yang bernama hampir mirip, yaitu Aabar Investments PJS, tanpa embel-embel "Ltd". Dari perusahaan swasta ini, dana US$681 juta itu mengalir ke beberapa perusahaan lainnya sebelum berakhir di rekening pribadi Najib.
Dana itu masuk ke rekening Najib tahun 2013. Dua sumber WSJ mengatakan, ada aliran dana lainnya yang mengalir tahun 2011 dan 2012, menjadikan total US$1 miliar ada di rekening perdana menteri Malaysia itu.
1MDB sebelumnya pernah merilis pernyataannya pada 19 Februari lalu dan mengatakan mereka "tidak pernah membayarkan dana ke rekening pribadi perdana menteri." (ama/stu)