Dalam wawancara eksklusif dengan media Arab Saudi, Saudi Gazette, Hadi mengaku bahwa Yaman mungkin akan hancur dalam empat hari dan menjadi negara bagian Iran jika militer Saudi tidak meluncurkan operasi "Badai Dahsyat" untuk membantunya melawan Houthi.
Dalam wawancara itu, Hadi menggambarkan hubungannya dengan Raja Saudi Salman sangat dekat dan kuat. Dia juga menyebut Wakil Mahkota yang merangkap Menteri Pertahanan Saudi, Muhammad Bin Salman, menyediakan semua fasilitas dan bantuan militer yang mereka perlukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadi juga memaparkan bahwa warga Iran datang ke Yaman untuk membangun pabrik perakitan rudal Grad untuk para pemberontak.
Lihat juga:Amnesty Serukan Embargo Senjata di Yaman |
Hadi juga menuturkan bahwa Houthi membebaskan seluruh warga Iran yang ditangkap oleh pemerintahanya yang sah, ketika milisi itu merebut Sanaa. "Dua dari warga Iran itu tewas terbunuh," ujarnya.
Hadi juga menuduh presiden sebelumnya, Saleh, melakukan praktik pencucian uang untuk mengumpulkan dana segar. "Saleh juga mengumpulkan uang dari pengusaha," katanya menambahkan.
Hadi juga menuduh Saleh menyembunyikan militan al-Qaidah di Yaman dan menyatakan Saleh menyerahkan kota Abyan ke tangan teroris.
Ditanya soal langkah pertama yang akan dia lakukan ketika berhasil merebut Sanaa, Hadi menyatakan bahwa dia akan memanggil 85 anggota Komite Nasional untuk membahas konstitusi.
Hadi juga menyebutkan bahwa dia akan menyelenggarakan pemilihan umum presiden tetapi tidak akan mencalonkan diri kembali.
Hadi membantah rumor perselisihan antara wakilnya dengan Perdana Menteri Khaled Bahah, namun tak memungkiri mungkin ada perbedaan sudut panjang antara keduanya." katanya.
Dia juga berjanji akan meningkatkan tentaranya yang kini berjumlah 3,7 juta orang. Menurutnya, sebanyak enam juta pemuda Yaman berusia 15-28 tahun akan menjadi basis kuat militer negara itu.
Hadi menyatakan bahwa utusan PBB untuk Yaman, Ismael Ould Al-Shaikah, tidak melakukan banyak upaya untuk menangani konflik yang terjadi. Sementara, utusan yang sebelumnya, Jamal Benomar, berpihak kepada Houthi.
Hadi juga mengungkapkan bahwa dia berhasil selamat dari lima upaya pembunuhan namun menegaskan dia tidak takut.
Konflik Yaman sendiri sejak Maret 2015, menurut catatan PBB sudah menewaskan lebih dari 6.000 orang, melukai 3.000 orang sementara 2,5 juta lainnya terlantar. (ama/stu)