Dukungan dari Anwar ini menandai adanya pergeseran dalam lansekap politik Malaysia. Pasalnya, Anwar dan Mahathir merupakan rival selama bertahun-tahun, usai Mahathir memecat Anwar dari jabatan wakil perdana menteri pada 1998. Tuduhan sodomi yang dijatuhkan atas Anwar pun diduga bermotif politik.
Anwar kembali mendekam dalam penjara untuk kedua kalinya tahun lalu, lagi-lagi atas kasus sodomi. Anwar menuduh bahwa kasus ini diciptakan oleh pemerintah Najib yang khawatir atas pengaruh Anwar sebagai pemimpin kelompok oposisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemahaman ini akan berfokus pada tuntutan kepada Datuk Seri Najib untuk mundur sebagai perdana menteri karena dia dengan jelas gagal memimpin negeri ini," kata Anwar dalam pernyataan yang dirilis oleh Partai Keadilan Rakyat (PKR).
"Dia (Najib) terus terlibat dalam tindakan politik yang egois, mendatangkan malapetaka kepada sejumlah lembaga pemerintahan, dan membebani Rakyat dengan krisis ekonomi yang berkelanjutan," kata Anwar melanjutkan.
"Sementara ini, dalam mewakili suara dan hati nurani rakyat, kami telah berjanji untuk berjuang mengembalikan hak-hak rakyat dalam sebuah negara merdeka dan berdaulat. Sejalan dengan komitmen ini, hak-hak rakyat harus dikembalikan melalui pemilihan umum yang bebas dan adil serta peradilan yang independen dan media yang bebas," tutur Anwar.
Anwar juga menyerukan reformasi ekonomi dengan fokus baru pada pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kekayaan. Anwar juga menyinggung kasus korupsi lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang melibatkan Najib.
"Skandal 1MDB yang melibatkan Perdana Menteri adalah skandal paling parah dalam sejarah kami dan telah sangat merusak citra bangsa kami. Ini hanya dapat terjadi bila kekuasaan berpusat pada satu individu seperti perdana menteri, serta kegagalan lembaga keuangan, peradilan dan penegakan hukum untuk melakukan tugas-tugas mereka secara mandiri tanpa rasa takut ataupun dukungan," ujar Anwar.
Najib menghadapi tekanan berkelanjutan untuk mengundurkan diri sejak pertengahan tahun lalu karena dituduh terlibat dalam skandal keuangan 1MDB. Media Amerika Serikat, Wall Street Journal melaporkan adanya aliran dana sebesar hampir US$700 juta (Rp9,2 triliun) ke rekening pribadi Najib. Laporan terbaru menyebutkan aliran dana yang lebih besar, yakni lebih dari US$1 miliar (Rp13,2 triliun).
Najib membantah bahwa dia menggunakan dana itu untuk kepentingan pribadi. Komisi Anti-Korupsi Malaysia dan Jaksa Agung Malaysia juga telah menyatakan Najib bersih dari tuduhan korupsi.
Sejak Anwar mendekam di balik jeruji besi, Mahathir menjadi kritikus yang paling keras terhadap Najib. Meski menyatakan tak akan mendirikan partai sendiri maupun bergabung dengan partai lain, The Malaysian Insider melaporkan Mahathir telah bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah pemimpin oposisi sejak keluar dari UMNO. (ama)