Sekitar 18 ribu orang diperkirakan akan menghadiri konferensi tahunan Komite Hubungan Publik Amerika Israel (AIPAC) di Washington selama tiga hari pekan depan.
Belum jelas apakah mereka akan memboikot Trump atau melakukan aksi walk out ketika bakal calon presiden AS itu berpidato.
Lihat juga:Tata Bahasa Trump seperti Anak 11 Tahun |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, beberapa mahasisawa menerima surat elektronik awal pekan lalu dari AIPAC, yang memperingatkan jika mereka mengganggu pidato, maka akses mereka untuk ikut konferensi tersebut akan diacbut. Namun seorang pejabat AIPAC mengatakan pada Kamis lalu bahwa pesan “itu salah dan tidak resmi.”
Ketika Trump mengumumkan pencalonannya pada musim panas lalu, Trump mengatakan beberapa orang menyeberangi perbatasan AS dari Meksiko merupakan kriminal dan pemerkosa, dan berjanji akan membangun tembok pemisah di sepanjang perbatasan kedua negara.
Pada Desember lalu ia menyerukan pelarangan Muslim masuk AS, menyusul insiden penembakan di San Bernardino. Pekan lalu, dalam wawancara dengan CNN, Trump berkata, “Islam membensi kita.”
Lihat juga:Donald Trump: Islam Membenci Kita |
“Tugas AIPAC bukan untuk memutuskan kebijakan siapa yang kita sukai atau cari dari seseorang,” kata veteran AIPAC, namun tidak berbicara atas nama organisasi itu.
“Ini adalah organisasi yang tugasnya mengedukasi pejabat yang terpilih soal bagaimana meningkatkan hubungan AS-Israel untuk kepentingan kedua pihak,” ujarnya. “Dengan adanya Trump berbicara dalam konferensi merupakan bagian jelas dari misi itu.” (stu)