Dikutip AFP, Senin (4/4), penyitaan ribuan mangkuk merah itu dilakukan menyusul penangkapan seorang wanita yang berfoto dengan benda tersebut dan diunggah di sosial media. Dia didakwa atas pasal penghasutan.
Dalam mangkuk itu terdapat tanda tangan dan pesan dari Thaksin yang digulingkan dari kursi perdana menteri pada 2006. Adiknya, Yingluck, juga digulingkan militer dari posisi yang sama pada tahun 2014. Thaksin kabur ke luar negeri setelah dituding korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sabtu lalu, polisi dan tentara menggeledah rumah dan kantor mantan anggota parlemen dari partai Shinawatra, Puea Thai, di provinsi Nan dan menyita mangkuk-mangkuk tersebut.
"Jika kita biarkan mangkuk ini dibagikan, maka akan menguntungkan sebagian partai politik dan menyebabkan partai lain kalah," kata Prayoon Chamnankong, petugas yang memimpin penggeledahan.
Dalam akun sosial media, Thaksin mendesak pemerintah junta pimpinan Prayut Chan-ocha mengurusi hal yang lebih penting ketimbang menyita mangkuk, seperti kekeringan dan pemberontakan warga Muslim di selatan.
Wanita yang ditangkap pekan lalu karena berfoto dengan mangkuk itu bisa dipenjara hingga tujuh tahun jika terbukti bersalah.
Lembaga pegiat HAM Human Rights Watch menyebut penahanan wanita itu adalah bentuk pengekangan kebebasan oleh junta yang "sangat tidak masuk akal". (stu)