Polisi Liaquat Ali terluka saat ledakan, beberapa saat setelah ia meyakinkan hakim bahwa barang bukti telah dijinakkan.
Asisten pengadilan juga terluka oleh pecahan granat di tangan dan kepalanya, sementara hakim jatuh dari kursinya, menurut saksi mata, seperti dilansir Guardian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali menunjukkan kemudahan melepas detonator setelah meyakinkan pengadilan bahwa perangkat itu telah dijinakkan.
Ledakan itu membuat kepanikan di seluruh gedung, yang ruangan lainnya sedang dilangsungkan pengadilan atas kasus-kasus terorisme lain.
Ledakan itu melukai tangan Ali yang langsung dilarikan ke rumah sakit. Sidang ini segera dihentikan sementara unit penjinak bom dipanggil untuk memeriksa barang bukti.
Kini, kasus terhadap Ali sudah didaftarkan, atas kesalahan penanganan barang bukti. Seharusnya, petugas penjinak bom mengawasi proses pengadilan tersebut. (stu)