Pernyataan ini disampaikan Netanyahu dalam rapat kabinet Israel yang pertama kali diadakan di Golan sejak wilayah itu dicaplok dari Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komunitas internasional menganggap Golan adalah wilayah pendudukan Israel dan pembangunan permukiman di tempat itu adalah tindakan ilegal.
Suriah ingin mendapatkan kembali wilayah yang telah berada di bawah pengawasan pasukan perdamaian PBB sejak puluhan tahun.
Netanyahu mengatakan keberadaan sinagoga kuno di wilayah berpopulasi 50 ribu orang itu menunjukkan bahwa Golan adalah bagian tidak terpisahkan dari Israel sejak zaman dahulu.
"Selama 19 tahun Golan di bawah pemerintah Suriah, mereka menempatkan bungker, kawat berduri, ranjau dan agresi, mereka mengubahnya untuk perang. Dalam 49 tahun pendudukan Israel, wilayah ini digunakan untuk pertanian, pariwisata, ekonomi dan pembangunan, untuk perdamaian," kata Netanyahu.
Netanyahu mengaku telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry terkait klaimnya itu. Dia mengatakan, Suriah yang saat ini dilanda perang tidak akan kembali lagi seperti yang dulu.
Menurut Netanyahu, Suriah kini telah dikuasai rezim pembunuh dan wilayahnya sudah dikendalikan oleh banyak militan, termasuk ISIS.
Suriah menanggapi komentar Netanyahu dengan kecaman. Pemerintah Bashar al-Assad langsung melayangkan surat ke Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Dewan Keamanan untuk mengutuk komentar itu. (den)