Menurut lembaga riset dan konsultan keamanan IHS yang dikutip The Independent, Senin (18/4), kekayaan ISIS diperkirakan berkurang dari US$80 juta (Rp1,04 triliun) menjadi sekitar US$54 juta (Rp708 miliar) antara Maret 2015 dan Maret 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Inggris memperkirakan 40 persen pemasukan ISIS berasal dari ekspor minyak. Angka ini tidak jauh berbeda dari perkiraan IHS, yaitu 43 persen.
Menurut IHS, penyerangan terhadap infrastruktur ISIS, ditambah dengan penurunan harga minyak, akan membuat kelompok pimpinan Abu Bakar Baghdadi ini meningkatkan harga komoditas di wilayah yang mereka kuasai.
Namun belum ada pertanda ISIS mulai menjual hartanya dengan cepat di pasar gelap Suriah dan Irak. Menurut IHS saat ISIS 50 persen pemasukan ISIS berasal dari pajak dan penyitaan. Jumlah penduduk di wilayah ISIS juga mulai berkurang.
"Populasinya telah menurun dari sembilan juta menjadi sekitar enam juta. Semakin sedikit orang dan bisnis untuk dibebankan pajak, hal yang sama terjadi untuk properti dan lahan yang bisa disita," kata Columb Strack, pengamat senior IHS. (den)