Community Security Trust (CST), yang mengadvokasi sekitar 260 ribu Yahudi soal keamanan, pada Kamis (4/8) mengatakan mereka merekam sebanyal 557 insiden dari Januari hingga Juni 2016. Jumlah itu adalah yang tertinggi dalam paruh pertama setiap tahun sejak mereka mulai melakukan pencatatan pada 1984.
Kekhawatiran soal meningkatkanya angka kejahatan kebencian di Inggris dilaporkan meningkat setelah referendum Inggris yang memutuskan keluar dari Uni Eropa, dengan target utama umat Muslim dan mereka yang berasal dari Eropa Timur. Namun CST menyatakan bahwa insiden yang melibatkan umat Yahudi tidak terpengaruh referendum.
Lihat juga:Kehidupan Komunitas Yahudi di Sulawesi Utara |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media sosial disebut sebagai medium utama bagi hampir seperempat dari total insiden dan menjadi “alat penting” kampanye anti-Semit yang ditujukan ke tokoh masyarakat dan politikus Yahudi.
CST menyebut bahwa hampir semua insiden terjadi pada April, Mei dan Juni ketika isu anti-Semit diberitakan banyak media terkait pengakuan Berger.
“Pesan ini harus sampai ke semua orang bahwa tidak akan membiarkan anti-Semitisme. Pelaku kejahatan kebencian terhadap Yahudi akan ditangkap dan diadili dan yang hanya menonton saja harus diedukasi,” kata anggota parlemen John Mann, kepala Kelompok Parlemen Semua Partai Melawan Anti-Semitisme. (stu)