Jumlah korban tewas dari kelompok pemberontak mencapai 52.359 orang. Di pihak pasukan Suriah, korban tewas sebanyak 59.006 tentara, sementara korban pejuang pro-pemerintah mencapai 48.048 orang, berasal dari berbagai negara termasuk Irak, Iran, Lebanon dan Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah korban tewas dalam laporan Observatory meningkat hampir 9.000 orang dibanding laporan lembaga ini pada awal Agustus lalu.
PBB dan sejumlah negara besar telah melakukan upaya berulang untuk
mengakhiri pertumpahan darah di Suriah, namun sejauh ini semua upaya belum membuahkan hasil.
Suriah tengah menerapkan gencatan senjata, hasil dari kesepakatan antara Moskow dan Washington. Kesepakatan ini berlaku dari saat matahari terbenam pada Senin (12/9).
Februari lalu, lembaga pemantau Suriah, Syrian Centre for Policy Research, SCPR, memprediksi korban tewas dalam konflik di negara itu jauh lebih banyak, yakni mencapai 470 ribu orang.
Artinya, menurut SCPR, sebanyak 11,5 persen dari populasi Suriah terbunuh sejak konflik pecah pada Maret 2011. Korban terluka sementara itu tercatat 1,9 juta orang. Jumlah korban tewas periode 15 Maret 2011-23 April 2016 yang dirilis SCPR sama seperti laporan yang dirilis PBB dan Perwakilan Liga Arab untuk Suriah. (stu/stu)