Menurut sumber intelijen kepada CNN, Jumat (21/10), mereka yang dieksekusi selama dua hari terakhir sebelumnya digunakan sebagai perisai manusia di bagian selatan kota Mosul. Sumber mengatakan, ISIS berhasil dipukul mundur dari wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ravina Shamdasani, wakil juru bicara Badan HAM PBB mengatakan ada 200 keluarga dari desa Samalia dan 350 keluarga dari Najafia yang dipaksa pindah ke Mosul sejak awal pekan ini.
Komisaris Tinggi HAM untuk PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein mengatakan ISIS telah menembak mati sedikitnya 40 orang di desa sekitar Mosul. Sebelumnya PBB telah memperkirakan ISIS akan membunuhi warga yang mencoba kabur dari Mosul atau menggunakan mereka sebagai perisai manusia.
"Ada kekhawatiran besar ISIS tidak hanya menggunakan orang-orang sebagai perisai manusia, tapi akan membunuh mereka ketimbang membebaskannya," kata Hussein. (den)