Doa yang ditulis langsung oleh Uskup Agung Manila, Luis Antonio Tagle, itu dibacakan di semua gereja Katolik di seluruh penjuru Manila dalam kebaktian pada Minggu (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diberitakan Reuters, hukuman mati di Filipina sebenarnya sudah dihapuskan oleh Macapagal Arroyo saat menjabat sebagai Presiden Filipina pada 2006.
Namun kini, Presiden Rodrigo Duterte mulai mengupayakan penerapan kembali hukuman mati, terutama untuk para pengedar narkoba.
Selain masalah hukuman mati, Gereja Katolik Roma di Manila juga menentang rencana Kongres untuk mengurangi usia minimal hukuman pidana, dari yang kini 12 tahun menjadi 9 tahun.
Pihak gereja khawatir, penerapan kembali hukuman mati dan pengurangan usia minimal pidana dapat meningkatkan kekerasan dalam kampanye anti-narkoba.
Kampanye itu dicanangkan oleh Duterte tak lama setelah ia dilantik pada akhir Juni lalu. Sejak saat itu, setidaknya 5.000 orang tersangka pengedar narkoba tewas di tangan polisi tanpa proses peradilan yang jelas. (has)