Undang-undang tersebut memungkinkan pemerintah untuk memicu Pasal 50 Kesepakatan Lisabon Uni Eropa dan secara resmi memulai negosiasi Brexit yang akan berlangsung selama dua tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui langkah apa yang akan dilakukan partai terhadap puluhan pembelot itu.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Parlemen juga memungut suara soal usulan amandemen Partai Nasional Skotlandia yang berupaya untuk mengganjal Brexit. Usulan itu ditolak mentah-mentah dengan perbandingan 336-100.
PM May berada dalam tekanan untuk segera mendorong UU tersebut karena telah berjanji akan memicu Pasal 50 di akhir Maret ini.
Dia mengatakan kepada anggota Parlemen bahwa dirinya akan mempublikasikan strategi Brexit, Kamis waktu setempat, untuk dikritisi oleh Dewan, sementara proses legislasi UU itu terus berjalan.
"Ini akan mencerminkan rencana pemerintah menghadapi Brexit," kata juru bicara May kepada wartawan.
Pemerintah sempat mencoba untuk melangkahi Parlemen karena merasa yakin mempunyai kewenangan yang dibutuhkan untuk memicu Pasal 50. Namun, mahkamah agung pada pekan lalu memutuskan legislatif mesti dilibatkan.
Kebanyakan anggota Parlemen menyuarakan agar Inggris tetap berada di Uni Eropa, sebelum referendum Juni lalu. Namun, seiring dengan debat berjalan, banyak dari mereka menyatakan akan menerima hasilnya, meski enggan.
UU ini masih mungkin tertunda di kamar atas Parlemen, di mana Partai Konservatif yang dipimpin May tidak mempunyai banyak suara. Selain itu, karena tidak dipilih oleh rakyat, mereka tidak terlalu memusingkan respons publik atas setiap kebijakan yang diambil.
(aal)