Pria Bersenjata Serang Tentara di Museum Louvre Paris

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 03/02/2017 17:52 WIB
Pria Bersenjata Serang Tentara di Museum Louvre Paris Akibat insiden yang terjadi pada Jumat (3/2), Museum Louvre untuk sementara ditutup. (Reuters/John Schults)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang tentara Perancis menembak pria yang membawa sebuah pisau dan koper ketika berupaya masuk ke Museum Louvre di Paris pada Jumat (3/2).

Sumber dari kepolisian mengatakan, pria tersebut ditembak saat berusaha masuk ke pusat perbelanjaan di museum lantaran setelah melukai seorang anggota tentara lainnya.

Polisi menyatakan pria itu dilaporkan berteriak "Allahu Akbar" sesaat sebelum menyerang tentara tersebut.


"Kita berhadapan dengan serangan individual yang serius bersama komentar yang membuat kami semakin yakin bahwa dia ingin melakukan aksi teror," ungkap Kepala kepolisian Kota Paris, Michel Cadot.

Melansir Reuters, polisi telah mensterilkan kawasan tersebut. Melalui akun Twitter-nya, Kementerian Dalam Negeri Perancis menganggap peristiwa ini sebagai insiden "serius".

Menurut saksi mata, polisi telah mengepung seluruh akses menuju museum, sementara pria yang ditembak dilaporkan mengalami luka serius.

Cadot menyatakan, pihaknya juga telah menangkap seorang mencurigakan lainnya meski belum bisa memastikan apakah ia berhubungan dengan serangan. Polisi juga menyatakan tidak ada bahan peledak yang ditemukan di koper yang dibawa pelaku penyerangan.

Sementara itu, akibat insiden ini Museum Louvre untuk sementara ditutup. Saat penembakan terjadi, banyak pengunjung yang tengah berada dalam museum tersebut.

Kejadian ini kembali membawa kekhawatiran warga Perancis yang telah mengalami serangkaian serangan teror selama dua tahun terakhir. Insiden-insiden tersebut setidaknya telah menewaskan 230 orang. ISIS dilaporkan mengklaim seluruh rangkaian teror yang terjadi.

Dua upaya teror berhasil digagalkan pada September 2016 lalu, termasuk upaya serangan teror oleh sekelompok wanita yang mengandarai mobil berisi tabung gas di dekat Katedral Notre Dame Paris.

Serangan teror yang belum luput dari ingatan warga Perancis adalah serangan truk di Kota Nice yang menabrak kerumunan pejalan kaki hingga menewaskan 86 orang.

Pada 13 November 2015, sebanyak 130 orang tewas dalam teror Paris di kafe, restoran, gedung konser Bataclan, dan stadion sepak bola Stade de France.


(stu/stu)