Duterte selama ini bisa terus membela polisi di hadapan kecaman dunia internasional soal jumlah korban yang jatuh akibat perangnya melawan narkotik. Namun, kepercayaannya terusik akibat pembunuhan pengusaha Korea Selatan, akhir tahun lalu, oleh seorang polisi korup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duterte bahkan menantang mereka adu menembak.
"Saya akan mengirim kalian ke Basilan, tinggal di sana selama dua tahun. Jika kalian bisa keluar hidup-hidup, kalian boleh kembali ke sini," kata Duterte, dikutip Reuters.
"Jika kalian mati di sana, saya akan memerintahkan polisi agar tidak berusaha untuk membawa kalian kembali dan mengubur kalian di sana."
Basilan adalah pulau yang berada di Filipina selatan, rumah bagi kelompok militan Abu Sayyaf. Kelompok teror yang terkait ISIS ini terkenal karena kerap mengeksekusi sanderanya dengan cara dipenggal.
Duterte mengatakan anggota polisi yang tidak mau dikirim ke Basilan boleh mengundurkan diri. Namun, dia memeringatkan mereka agar tidak macam-macam.
"Carilah kehidupan yang bersih," ujarnya.
"Saya akan memerintahkan satu batalyon untuk memantau pergerakan kalian karena ini prihatin bahwa sebagian besar penjahat kejam di negara ini adalah mantan polisi atau mantan tentara."
(aal)