Tolak Pakai Penutup Kepala, Le Pen Batal Temui Ulama Libanon

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 21/02/2017 20:45 WIB
Tolak Pakai Penutup Kepala, Le Pen Batal Temui Ulama Libanon Le Pen berkunjung ke Libanon dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan citranya sebelum memasuki arena pemilihan umum presiden Perancis pada April mendatang. (Reuters/Aziz Taher)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marine Le Pen, kandidat presiden Perancis dari partai sayap kanan, Front Nasional, membatalkan pertemuan dengan pemimpin tertinggi umat Muslim Sunni di Libanon, Abdul Latif Derian, karena tak mau memakai penutup kepala.

"Kalian dapat menyampaikan rasa hormat saya kepada imam besar, tapi saya tidak akan menutupi diri saya," ujar Le Pen sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (21/2).

Sejumlah pengamat menganggap pembatalan ini cukup janggal. Pasalnya, Le Pen berkunjung ke Libanon dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan citranya sebelum memasuki arena pemilihan umum presiden Perancis pada April mendatang.


Dengan perbaikan citra ini, Le Pen berharap akan mendulang banyak suara dari para warga Perancis yang berasal dari Libanon.

Ia pun sudah bertemu dengan presiden Libanon yang berlatar belakang agama Kristen, Michael Aoun, juga Perdana Menteri beragama Islam, Saad al-Hariri.

Kantor Derian mengaku kaget ketika Le Pen membatalkan pertemuan ini. Menurut seorang sumber, mereka sebelumnya sudah memberikan informasi bahwa Le Pen diminta untuk memakai penutup kepala saat bertemu dengan Derian.

Perancis memang dikenal sebagai negara sekuler yang melarang penggunaan simbol-simbol keagamaan di tempat umum.

Namun lebih dari itu, Le Pen sendiri memang dikenal sebagai sosok yang anti-Muslim dan imigran. Ia bahkan mengatakan bahwa kemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum Amerika Serikat merupakan momentum tepat untuk kebangkitan populis di Perancis.

Belakangan, partai Le Pen melunakkan pernyataannya mengenai Muslim dan imigran, diperkirakan untuk menarik dukungan dari warga mayoritas. (has/has)