Perbaiki Hubungan, Rusia Sambut Ajakan Jerman Berantas ISIS

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 28/02/2017 02:02 WIB
Pemerintah Rusia menilai ajakan Kanselir Angela Merkel agar Eropa bekerja sama dengan Rusia memberantas terorisme bisa menormalisasi hubungan kedua blok. Rusia dan Eropa sama-sama menjadi incaran terorisme global. (Hasim Kilic/Hurriyet via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Yurievich Galuzin, mengatakan negaranya menyambut baik pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel yang mendorong Eropa agar mau bekerja sama dengan Moskow memberantas terorisme internasional, khususnya ISIS.

Galuzin mengatakan, Rusia selalu membuka pintu bagi setiap negara atau kawasan yang ingin bekerja sama dengan Kremlin demi manfaat dan kepentingan bersama.

“Jika pernyataan Merkel merupakan bentuk intensi Jerman atau Eropa untuk mempertimbangkan kembali normalisasi hubungan kedua pihak di tengah ketegangan belakangan ini, saya rasa ini harus disambut sangat positif,” tutur Galuzin di Kedubes Rusia di Jakarta, Senin (27/2).


Menurutnya, kerja sama dan dialog antara Eropa dan Rusia bisa membantu normalisasi hubungan kedua pihak yang pasang surut belakangan ini, khususnya mengenai isu aktivitas militer Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) di perbatasan Eropa.

Meski begitu, Rusia masih menyayangkan anggapan sejumlah negara Eropa yang melihat Rusia sebagai suatu ancaman di kawasan.

Ia juga menyayangkan NATO memutus kerja sama militer dengan Moskow serta menyetop operasional dewan kerja sama Uni Eropa dan Rusia sebagai konsekuensi atas krisis Ukraina yang terjadi sekitar 2014 silam, meskipun dialog antara keduanya tetap berjalan.

“Di waktu bersamaan, mengapa NATO memutus kerja sama dengan rusia tiga tahun lalu terkait krisis di Ukraina? Padahal kami tidak terlibat dalam krisis itu,” kata Galuzin.

“Posisi Rusia selalu mendorong kerja sama lebih dekat dengan Eropa dan NATO,” ujarnya menambahkan.

Komentar Galuzin ini menanggapi pidato Merkel dalam Konferensi Keamanan Ke-53 di Munich, Jerman pada 18 Februari lalu.

Dalam pidatonya, Merkel mendorong Eropa dan sekutunya agar mau bekerja sama dengan Rusia dalam memberantas terorisme.

Pernyataan Merkel ini muncul di tengah memanasnya hubungan Eropa dan Rusia akibat sejumlah isu, seperti pencaplokan Crimea dan krisis Ukraina, dugaan serangan siber Moskow, serta posisi kedua belah pihak dalam perang sipil di Suriah.

"Perjuangan melawan terorisme adalah salah satu area dan kepentingan yang dimiliki kita [Eropa dan Rusia]. Kita bisa menjadikan area ini sebagai kesmepatan kerja sama," ujar Merkel.

Orang nomor satu di Jerman itu pun mendorong bangsa Barat untuk bekerja sama dengan negara-negara mayoritas Muslim memberangus terorisme.

Sebab, menurutnya, Islam bukan lah pemicu munculnya gerakan ekstremis tersebut.

Ia mendesak negara-negara Muslim untuk ikut bergabung memberantas terorisme karena menagnggap hal ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh Eropa.

"Saya pikir, [negara mayoritas Islam] adalah yang paling penting untuk memberikan kontribusi. Dengan cara ini kita bersama bisa meyakinkan orang bahwa bukan Islam yang menjadi sumber terorisme, tapi paham Islam yang disalahartikan," kata Merkel.

(aal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK