Dua Sisi Pertemuan Trump dan Xi Jinping Hari Ini
CNN Indonesia
Kamis, 06 Apr 2017 09:55 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden China Xi Jinping akan bertandang ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump untuk pertama kalinya, Kamis waktu AS (6/4).
Kedua pihak diperkirakan akan berbicara soal penguatan hubungan dan stabilisasi hubungan diplomatik penting antara AS dan China, di tengah perbedaan pengalaman, temperamen dan pandangan global masing-masing pemimpin negara.
Trump, pendatang baru di dunia politik yang bersuara lantang dan seolah tidak terlalu peduli tentang detail kebijakannya, kerap menjatuhkan China ketika berkampanye.
Dia pernah menyebut China "memperkosa" ekonomi AS dan mengatakan pemanasan global adalah tipuan negara tersebut untuk merusak industri Amerika.
Xi, meski lebih halus daripada pendahulunya, Hu Jintao, telah menghabiskan beberapa dekade memimpin Partai Komunis. Dia bicara dengan diksi formal China khas seorang negarawan, di mana kata dan formula linguistik dalam menentukan hubungan diplomatik menjadi hal yang sangat diperhatikan.
Xi Jinping adalah pemimpin China terkuat dalam beberpaa dekade ini, dan tidak segan menunjukkan kekuatan China di Asia.
Namun, di luar semua perbedaan itu, ketika kedua pemimpin negara duduk bersama di kelab mewah Trump di Mar-a-Lago, mereka akan membicarakan satu hal yang sama. Keduanya mesti mengarahkan masalah politik domestik yang sensitif.
Kedua pihak diperkirakan akan berbicara soal penguatan hubungan dan stabilisasi hubungan diplomatik penting antara AS dan China, di tengah perbedaan pengalaman, temperamen dan pandangan global masing-masing pemimpin negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xi, meski lebih halus daripada pendahulunya, Hu Jintao, telah menghabiskan beberapa dekade memimpin Partai Komunis. Dia bicara dengan diksi formal China khas seorang negarawan, di mana kata dan formula linguistik dalam menentukan hubungan diplomatik menjadi hal yang sangat diperhatikan.
Xi Jinping adalah pemimpin China terkuat dalam beberpaa dekade ini, dan tidak segan menunjukkan kekuatan China di Asia.
Namun, di luar semua perbedaan itu, ketika kedua pemimpin negara duduk bersama di kelab mewah Trump di Mar-a-Lago, mereka akan membicarakan satu hal yang sama. Keduanya mesti mengarahkan masalah politik domestik yang sensitif.
Sisi Xi Jinping
BACA HALAMAN BERIKUTNYA