Pemilu ini dipandang sebagai yang terpenting bagi Perancis selama puluhan tahun terakhir, di mana dua calon yang benar-benar berseberangan pendapat soal Uni Eropa mempertaruhkan posisi negara tersebut di dunia.
Le Pen yang berhaluan ekstrem kanan berniat akan menutup perbatasan dan meninggalkan mata uang euro, sementara Macron justru menginginkan kerja sama lebih dekat Eropa dan pasar terbuka blok tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana dikutip Reuters, survei tersebut dilakukan setelah debat capres terakhir yang disiarkan di televisi, Rabu, di mana Macron dinilai tampil lebih baik ketimbang Le Pen dalam adu argumen sengit.
Proyeksi jumlah pemilih abstain tersebut, jika terealisasi, akan jadi yang terburuk kedua dalam pemilihan presidensial sejak 1965, menggarisbawahi kekecewaan banyak pemegang suara pada pilihan yang mereka hadapi sekarang.
Tingkat partisipasi untuk pemilu putaran pertama hampir mencapai 78 persen, menurut Kementerian Dalam Negeri.
Lihat juga:Jumlah 'Golput' Tinggi, Macron Kebat-Kebit |
Sepertiga pendukung Melenchon, yang menempati posisi keempat dalam pemilu putaran pertama, menyatakan mereka sama-sama menentang Macron dan Le Pen.
Survei juga menunjukkan pemilih memandang Macron lebih meyakinkan ketimbang Le Pen dalam debat terakhir, mengonfirmasi kesan umum yang tampak dalam jajak pendapat sebelumnya dan memperkuat status mantan menteri ekonomi itu sebagai kandidat favorit.