Sejumlah analis menyebut Le Pen berupaya mempertahankan kendali atas partai Front Nasional (FN), meski kampanyenya mendapatkan kritik dari para anggota, termasuk saudara-saudaranya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidato singkat di hadapan para pendukung yang kecewa atas kemenangan Macron dan menyanyikan lagu kebangsaan dengan sedih, pemimpin ekstrem kanan berusia 48 tahun itu mengatakan FN mesti "memperbarui diri secara mendalam."
"Saya akan mengajukan awal transformasi mendalam gerakan kita dalam rangkan membentuk kekuatan politik baru," kata dia menambahkan.
Sampai saat ini masih belum jelas dampak perombakan itu pada kebijakan partai.
Wakil Ketua FN Florian Phillipot mengatakan partai barunya tidak akan disebut Front Nasional, nama yang sudah digunakan selama lebih dari empat dekade. Nama tersebut sudah dikenal luas di Perancis dan luar negeri, tapi sangat terkait dengan citra ayah Marine, Jean-Mari, yang berulang kali tersangkut masalah hukum karena kebencian rasial.
Meski tidak menyinggung perubahan nama partai, Le Pen mengatakan dirinya ingin mencapai jauh lebih tinggi dari FN yang saat ini dan merekonstruksi spektrum politik Perancis dari perpecahan "patriot" versus "globalis."