Soal Rudal, Indonesia Desak Korut Patuhi Resolusi PBB

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 05/07/2017 17:37 WIB
Soal Rudal, Indonesia Desak Korut Patuhi Resolusi PBB Indonesia mendesak Korea Utara mematuhi resolusi PBB dan menghentikan ambisi rudal dan nuklirnya. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI mendesak Korea Utara mematuhi hukum internasional, khususnya resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan ambisi rudal dan nuklirnya.

Hal ini disampaikan RI menyusul provokasi terbaru Pyongyang yang kembali meluncurkan uji coba rudal terbarunya pada Selasa (4/7) dan kian mengancam keamanan kawasan.

“Tindakan tersebut bertentangan dengan kewajiban Korut terhadap resolusi DK PBB terkait, khususnya resolusi 2270 dan 2321 pada 2016 lalu, serta resolusi 2356 tahun 2017,” bunyi pernyataan Kemlu RI yang didapat CNNIndonesia.com pada Rabu (5/7).



Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik jarak menengah Hwasong-14 pada Selasa, melalui situs militer di Panghyon, Korut.

Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un dilaporkan turut memantau langsung peluncuran rudal balistik tersebut.

Roket dilaporkan berhasil menempuh jarak 933 kilometer dengan waktu penerbangan 39 menit dan mencapai ketinggian 2.802 kilometer sebelum dilaporkan jatuh di sekitar perairan zona ekonomi eksklusif Jepang.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, segera melakukan pertemuan dewan keamanan nasional. Dia mengatakan, rudal itu diyakini berjenis jarak menengah.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya telah habis kesabaran untuk menghadapi rezim Kim Jong-un.


Dia bahkan menyebut, AS bersama komunitas internasional perlu merespons ancaman nuklir Korut ini secara tegas dan pasti.

"Bersama-sama kita menghadapi ancaman rezim Korut yang sembrono dan brutal. Nuklir dan rudal rezim tersebut memerlukan respons yang tegas," ucap presiden AS ke-45 itu saat bertemu dengan Moon beberapa waktu lalu seperti dikutip AFP.

Indonesia, melalui Kemlu RI, mengimbau semua pihak untuk menahan diri guna menghindari munculnya ketegangan di kawasan.

Sebab, menurut Indonesia, stabilitas keamanan di Semenanjung Korea merupakan yang terpenting untuk dijaga.

“Indonesia mengajak semua negara untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea,” bunyi pernyataan kemlu RI.