Raja Salman Bawa Eskalator Emas dalam Kunjungan ke Rusia

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 06/10/2017 16:55 WIB
Raja Salman Bawa Eskalator Emas dalam Kunjungan ke Rusia Raja Salman mengukir sejarah dengan melakukan kunjungan kenegaraan Arab Saudi pertama ke Rusia. Salman membawa satu eskalator emas yang ternyata tak berfungsi. (Reuters/Sergei Karpukhin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Raja Salman mengukir sejarah dengan melakukan kunjungan kenegaraan Arab Saudi pertama ke Rusia. Dalam lawatan tersebut, Salman membawa serta 1.500 orang dan satu eskalator emas.

Pemimpin kerajaan kaya minyak itu tiba di Moskow pada Rabu (4/10) larut malam dan turun dari pesawatnya menggunakan eskalator emas.

Namun, sebagaimana dilaporkan Channel NewsAsia, eskalator itu tak berfungsi dan sang raja pun harus berjalan kaki.


Selama empat hari di Rusia, delegasi Salman menginap di The Ritz Carlton dan Four Seasons. Begitu banyaknya delegasi yang diboyong, pihak hotel sampai-sampai harus meminta tamu lain membatalkan reservasinya.
Bloomberg melaporkan, biaya untuk memesan dua hotel berbintang lima itu bisa mencapai US$3 juta. Biaya itu baru untuk menginap, belum pengeluaran lainnya, seperti restoran dan layanan spa.

Tak hanya itu, sebuah pesawat juga sudah disediakan untuk pulang pergi Riyadh-Moskow  membawa pasokan makanan seberat 800 kilogram bagi rombongan.

Raja Salman sendiri akan mengadakan dua pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang ditutup dengan jamuan makan malam kenegaraan pada Kamis (5/10).
Kunjungan ini diharapkan dapat menandai era baru relasi kedua negara yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama sektor energi dan senjata bernilai triliunan dolar.

"Harapan utama kami adalah kunjungan ini akan membawa dampak baru yang kuat bagi pembangunan hubungan bilateral karena potensi hubungan kami lebih kaya ketimbang situasi defacto," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Untuk menunjukkan tekad dalam memperkuat hubungan kedua negara, Saudi mengatakan bahwa mereka sudah menandatangani pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.