Panik Saat Gempa Iran, Wanita Hamil Tewas

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 21/12/2017 20:47 WIB
Panik Saat Gempa Iran, Wanita Hamil Tewas Seorang wanita hamil tewas karena panik saat gempa Iran, Kamis (21/12). (AFP PHOTO / ATTA KENARE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang wanita hamil tewas dan 100 orang lainnya luka akibat gempa berkekuatan 5,2 skala Richter mengguncang Ibu Kota Teheran, Iran dan sekitarnya pada Rabu (20/12) tengah malam.

Wanita hamil tersebut tewas saat berlari dan berusaha keluar dari rumahnya di Kota Malard yang hanya berjarak 3 kilometer dari pusat gempa.

"Sedikitnya 97 orang luka-luka--50 orang di ALborz, 34 di Teheran, dan 12 di Saveh," kata Kepala Palang Merah Iran, Red Crescent Society of the Islamic Republic of Iran, Morteza Salimi, pada Kamis (21/12).


Dilansir AFP, Pusat Seismologis Universitas Teheran mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 11.30 malam waktu setempat. Pusat guncangan terdapat sekitar 40 kilometer dari barat Teheran dengan kedalaman 7 kilometer dari bawah tanah.


Meski tak merusak infrastruktur dan bangunan kota, gempa tersebut menyebabkan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi di ruangan terbuka karena khawatir akan potensi gempa susulan.

Guncangan juga dilaporkan terasa pada beberapa wilayah lain seperti Provinsi Alborz, Qazvin, Qom, Gilan, dan Markazi.

Banyak warga menginap di dalam kendaraan pribadi mereka di tengah cuaca dingin berkabut.

Pemerintah daerah Teheran, Alborz, dan Qom juga meliburkan sekolah, universitas, dan kantor kepemerintahan untuk sementara waktu sampai keadaan kembali kondusif.

Menteri Olar Raga Masoud Soltanifar mengatakan Stadion Kota Karaj di Provinsi Alborz dan Eslamshar di Teheran terbuka untuk warga yang ingin bermalam di sana.

Beberapa masyarakat mengungsi di makam Ayatollah Ruhollah Khomeini  di selatan Teheran.

Iran terletak di tengah patahan lempeng sehingga menjadikan negara itu rentan gempa. Pada 13 Desember lalu, Provinsi Kerman diguncang gempa 6,2 skala richter. Sebanyak 18 orang terluka akibat gempa tersebut.

Sementara itu, pada 12 November lalu, gempa juga menerjang Provinsi Kermanshah hingga menewaskan 620 orang.

Iran dihadapkan pada gempa terburuk sepanjang sejarah pada 2003 lalu, di mana guncangan sebesar 6,6 skala Richter menerpa bagian tenggara Iran hingga menewaskan 31 ribu orang.

(nat)