"Tentu pemerintah RI berharap AS tidak akan benar-benar melakukan serangan tersebut," kata Direktur Amerika I Kemlu RI Zelda Wulan Kartika di kantornya, Jakarta, Jumat (13/4).
Ancaman "Trump yang menjanjikan adanya serangan di Suriah itu sangat menjadi perhatian pemerintah RI karena terkait dengan keselamatan WNI juga," kata Zelda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu diutarakan Retno kepada Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan saat bertemu di kantor Kemlu, di hari yang sama.
"Menlu sangat prihatin dengan kondisi saat ini di Suriah. Karena itu beliau minta klarifikasi atas pernyataan Presiden Trump," kata Zelda.
Dalam pertemuan itu, kata Zelda, Retno juga menegaskan Indonesia mengutuk segala bentuk serangan senjata kimia yang dilakukan oleh pihak mana pun dan di mana pun, termasuk di Suriah.
Lihat juga:Jerman Tolak Kirim Militer ke Suriah |
"Menjawab pertanyaan Menlu, Dubes AS sampaikan dirinya belum ketahui sama sekali tindak lanjut dari pernyataan Trump dan akan menanyakan hal itu ke Washington. Kebetulan beliau akan ke AS sekitar 23 Mei nanti," kata Zelda.
Pada Rabu, Trump memperingatkan agar Rusia--sekutu terbesar Suriah--bersiap menghadapi rudal AS. Meski mengisyaratkan serangan itu segera dilakukan, sehari setelahnya Presiden Amerika enggan menyebutkan waktu pelaksanaan langkah militer yang ia rencanakan.
Catatan redaksi: Berita ini diubah pada Sabtu (14/4), sebelumnya berjudul "Indonesia Tolak Ancaman Trump Serang Suriah". (aal)