Perdagangan Narkoba Disebut Jadi Sumber Dana ISIS Filipina

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 01/08/2018 15:35 WIB
Perdagangan Narkoba Disebut Jadi Sumber Dana ISIS Filipina Ilustrasi Kota Marawi. (Reuters/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdagangan narkoba di selatan Filipina menjadi salah satu sumber dana bagi milisi ISIS Marawi untuk menghimpun kembali kekuatan setelah digempur militer tahun lalu.

"Ada bukti bahwa kelompok-kelompok terkait dengan narkoba masih berhubungan dengan sisa kelompok pro-ISIS di Marawi," ujar Rommel Banlaoi, Kepala Institut Filipina untuk Riset Perdamaian, Kekerasan, dan Terorisme.

Menurut Banlaoi, kelompok pro-ISIS yang masih berhubungan dengan geng pengedar narkoba itu dipimpin oleh Abu Dar.
Banlaoi mengatakan hubungan dengan militan itu terus dijalin untuk menyulut konflik demi menciptakan iklim perdagangan narkoba yang kondusif.


"Daerah konflik dapat memberikan lingkungan kondusif untuk perdagangan narkoba karena perhatian aparat keamanan akan terbagi ke banyak masalah," ucap Banlaoi.

Ia mengatakan bahwa dana tersebut diduga kuat akan digunakan untuk melakukan serangan skala tinggi, seperti bom di kota-kota besar.

"Butuh waktu lama hingga mereka dapat membangun kembali kekuatan seperti saat tragedi Marawi. Namun, militan pro-ISIS merencanakan dan memiliki kapasitas untuk melakukan serangan bom di kota besar di Mindanao dan Manila," tutur Banlaoi.
Selain itu, para anggota kelompok pro-ISIS ini juga membutuhkan substansi untuk menjaga stamina mereka selama berperang.

"Beberapa anggota kelompok bersenjata juga pengguna narkoba. Sejumlah militan yang bertarung dengan militer di Marawi mabuk narkoba untuk mempertahankan energi selama perang," ucap Banlaoi kepada Channel NewsAsia.

Banlaoi kemudian berkata, "Berdasarkan investigasi forensik, sampel DNA mereka mengindikasikan penggunaan narkoba."
Saat ISIS baru menebar pengaruhnya di Irak dan Suriah, aparat kawasan juga menemukan indikasi penggunaan Captigon, pil jenis amfetamin yang menciptakan perasaan euforia pada penenggaknya.

Militan ISIS mampu tidak tidur berhari-hari, tak memiliki rasa takut, dan tidak gemetar ketika membunuh.

Presiden Rodrigo Duterte pun pernah menyebut bahwa darurat militer yang ia canangkan selama pasukannya berupaya menggempur ISIS di Marawi, sebenarnya juga membantu pemberantasan narkoba. (has/has)