"Ada bukti bahwa kelompok-kelompok terkait dengan narkoba masih berhubungan dengan sisa kelompok pro-ISIS di Marawi," ujar Rommel Banlaoi, Kepala Institut Filipina untuk Riset Perdamaian, Kekerasan, dan Terorisme.
Menurut Banlaoi, kelompok pro-ISIS yang masih berhubungan dengan geng pengedar narkoba itu dipimpin oleh Abu Dar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan bahwa dana tersebut diduga kuat akan digunakan untuk melakukan serangan skala tinggi, seperti bom di kota-kota besar.
"Butuh waktu lama hingga mereka dapat membangun kembali kekuatan seperti saat tragedi Marawi. Namun, militan pro-ISIS merencanakan dan memiliki kapasitas untuk melakukan serangan bom di kota besar di Mindanao dan Manila," tutur Banlaoi.
"Beberapa anggota kelompok bersenjata juga pengguna narkoba. Sejumlah militan yang bertarung dengan militer di Marawi mabuk narkoba untuk mempertahankan energi selama perang," ucap Banlaoi kepada Channel NewsAsia.
Banlaoi kemudian berkata, "Berdasarkan investigasi forensik, sampel DNA mereka mengindikasikan penggunaan narkoba."
Militan ISIS mampu tidak tidur berhari-hari, tak memiliki rasa takut, dan tidak gemetar ketika membunuh.
Presiden Rodrigo Duterte pun pernah menyebut bahwa darurat militer yang ia canangkan selama pasukannya berupaya menggempur ISIS di Marawi, sebenarnya juga membantu pemberantasan narkoba. (has)