Menlu-Menhan AS Bakal Dicecar Senat Terkait Sikap Soal Saudi

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 18:35 WIB
Menlu-Menhan AS Bakal Dicecar Senat Terkait Sikap Soal Saudi Gedung Kongres Amerika Serikat. (CNN Indonesia/Denny Armandhanu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo bersama Menteri Pertahanan James Mattis akan menghadap Senat dan memaparkan laporan terkait perkembangan relasi Gedung Putih dan Arab Saudi.

Pemaparan dilakukan menyusul kritikan yang terus menyerang Presiden Donald Trump, setelah orang nomor satu di AS itu menyatakan tetap menjadi mitra setia Saudi. Padahal negara kerajaan itu sedang terguncang karena dituduh terlibat pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Calon Ketua Komite Urusan Luar Negeri Senat, Bob Corker, mengatakan pemaparan Pompeo dan Mattis akan berlangsung hari ini, Selasa (27/11), sekitar pukul 11.00 waktu setempat secara tertutup.
Selain kedua menteri, Corker berharap Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) Gina Haspel bisa hadir dalam sesi itu.


Corker mengatakan penting bagi Senat untuk mendengar alasan dari pemerintah tentang relasi AS-Saudi, ketika negara kerajaan itu tengah menjadi sorotan terkait perang sipil di Yaman dan kasus Khashoggi.

"Saya mempertimbangkan pilihan apa yang harus diambil untuk memastikan bahwa kami (AS) menghadapi Arab Saudi dengan tepat dalam berbagai isu yang tengah terjadi saat ini," papar politikus Partai Republik itu.

Dikutip AFP, selain kasus Khashoggi, Corker juga mengatakan dengar pendapat dilakukan guna meninjau kembali kemungkinan menghentikan keterlibatan AS dalam perang di Yaman.

"Saya memiliki pengukuran yang cukup bagus tentang bagaimana orang-orang berpikir tentang Arab Saudi saat ini, dan saya akan mengatakan kita tengah berada di tempat yang sangat-sangat berbeda dari ketika kita ingin mencegah hal ini terjadi pada Maret lalu," kata Corker.
Selain Corker, politikus Republik lainnya seperti Senator Marco Rubio juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait kedekataan AS-Saudi di tangan Trump.

Rubio menuturkan dia memang mendukung partisipasi AS dalam perang di Yaman guna membendung pengaruh Iran di kawasan. Dia juga berpikir teknologi AS yang dijual ke Saudi dapat membantu menghentikan korban sipil berjatuhan dalam perang tersebut.

"Tapi, sayangnya, itu tidak berjalan seperti yang diinginkan," ucap Rubio.

Sebagian anggota legislatif AS terus mendesak Trump untuk bertindak lebih tegas lagi terhadap Saudi dalam menangani kasus pembunuhan Khashoggi.

Kongres juga mendesak Washington menyetop transaksi jual-beli senjata dan menjatuhkan sanksi lainnya bagi Saudi, walaupun sejauh ini AS telah menerapkan sanksi bagi setidaknya 17 warga negara di Timur Tengah itu yang diduga terlibat pembunuhan Khashoggi.
"Jika Presiden Trump tidak mempertimbangkan aksi apa yang akan dilakukan Gedung Putih terhadap pemerintah Saudi dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, Kongres harus tetap mengambil sikap," ucap Senator Republik Susan Collins melalui Twitter-nya. (rds/ayp)