Terima Surat Kim Jong Un, Trump Singgung Peluang Bertemu

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 02:07 WIB
Terima Surat Kim Jong Un, Trump Singgung Peluang Bertemu Presiden AS Donald Trump menyebut surat dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebagai "hebat" dan menyinggung peluang pertemuan kembali. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya telah mendapatkan surat dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan menyinggung peluang untuk kembali mengadakan pertemuan seperti Juni lalu.

Trump menyebut surat dari Kim tersebut "hebat", meskipun beberapa waktu lalu pemimpin tertinggi Korut itu sempat memberikan ancaman kepada AS bakal mengubah sikap soal nuklir bila Washington masih memberikan sanksi kepada mereka.

"Saya baru menerima surat hebat dari Kim Jong Un," kata Trump dalam rapat kabinet, Rabu (2/1) waktu AS.


Trump juga menegaskan ia masih berharap mengadakan pertemuan kedua dengan Kim setelah keduanya menandatangani perjanjian denuklirisasi Semenanjung Korea di Singapura, Juni lalu.


"Kami benar-benar menjalin hubungan yang sangat baik," kata Trump. "Kami mungkin akan mengadakan pertemuan lagi,"

Donald Trump menyebut pertemuannya dengan Kim pada Juni lalu adalah kemenangan diplomatik yang besar. Dan pada kali ini, dia mengulangi klaimnya bahwa akan ada perang besar di Asia bila ia dan Kim Jong Un tak duduk berbicara.

Akan tetapi, perkembangan hubungan keduanya berhenti usai pertemuan di Singapura lalu. Keduanya masih tidak sepaham dengan deklarasi tersebut.

Selain itu, laju negosiasi antara AS-Korut juga melambat dengan sejumlah pertemuan dan kunjungan dibatalkan hanya melalui memo singkat.


Di tengah spekulasi soal pertemuan kedua Kim dan Trump yang semakin memudar, Presiden AS itu sempat mengatakan dia berharap bisa mewujudkannya pada awal 2019.

Donald Trump juga sempat mengungkapkan harapannya ini melalui kicauan di akun Twitter miliknya. "Berharap bertemu dengan Pemimpin Kim yang amat sadar bahwa Korea Utara memiliki potensi ekonomi yang besar,"

Korut menuntut pembebasan dari berbagai sanksi yang dijatuhkan pada negara tersebut atas senjata nuklir dan program rudal balistik yang mereka miliki.

Kim Jong Un, dalam pidato awal tahun 2019, menyerukan agar sanksi tersebut dikurangi dan mengatakan Korut telah mendeklarasikan "kami tidak akan membuat dan menguji senjata nuklir lagi atau menggunakan dan memperbanyaknya."

Mereka juga mendesar AS untuk mengambil "tindakan praktis yang sesuai".

[Gambas:Video CNN] (end)