Trump Tuding Iran Serang Kapal Tanker di Teluk Oman

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 20:17 WIB
Trump Tuding Iran Serang Kapal Tanker di Teluk Oman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuding Iran sebagai dalang di balik serangan ke dua kapal tanker di Teluk Oman. (Reuters/Joshua Roberts)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuding Iran sebagai dalang di balik serangan ke dua kapal tanker di Teluk Oman.

"Iran yang melakukannya," ujar Trump dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox, sebagaimana dikutip AFP, Jumat (14/6).

Trump melandaskan argumennya itu pada temuan militer AS di lapangan. Melalui sebuah video, militer AS menunjukkan kapal patroli Iran melepaskan ranjau yang gagal meledak dari salah satu kapal.


"Kalian tahu Iran yang melakukannya karena kalian melihat kapal itu. Saya rasa salah satu ranjau itu tidak meledak dan benar-benar menunjukkan Iran yang melakukannya," tutur Trump.
Menurut Trump, pihak Iran melepaskan ranjau itu pada malam hari agar tidak diketahui. Namun, bekas pada kapal itu tetap terlihat.

Sebagaimana dilansir AFP, kapal tanker milik Norwegia dan Jepang itu terkena ledakan setelah melintasi Selat Hormuz dan berlayar sekitar 25 mil laut dari Iran menuju Asia pada Kamis (13/6).

Otoritas Maritim Norwegia melaporkan bahwa kedua kapal itu terkena tiga ledakan sebelum hangus terbakar pada Kamis malam.
Ledakan juga menghantam kapal milik Jepang, Kokuka Courageous, yang membawa methanol, membuat kobaran api sangat besar.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal tanker tersebut.

Iran sendiri sudah mengirimkan personel angkatan laut untuk menyelamatkan puluhan kru kedua kapal. Sementara itu, Angkatan Laut AS mengaku mengangkut 21 kru dari Kokuka Courageous.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan bahwa saat melakukan operasi penyelamatan itu, Angkatan Laut AS menemukan ranjau yang tak meledak masih menempel di kapal.

"Berdasarkan intelijen, senjata yang digunakan, tingkat keahlian untuk mengoperasikan, serangan Iran ke kapal, dan fakta bahwa tak ada kelompok proksi beroperasi di area tersebut, AS menyimpulkan Iran bertanggung jawab atas serangan tersebut," kata Pompeo.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, membantah tudingan AS tersebut karena tak berdasarkan bukti faktual.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Zarif, pemerintah AS sedang melakukan "diplomasi sabotase" karena tudingan dilontarkan ketika Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, sedang berada di Iran.

Dalam lawatan tersebut, Abe bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Abe membujuk agar Iran mau membuka dialog dengan AS.

Ketegangan hubungan antara Iran dan AS memang meningkat belakangan ini, terutama setelah Presiden Hassan Rouhani mengancam bakal melanjutkan pengayaan uranium, salah satu poin penting dalam kesepakatan nuklir.

Rouhani mengancam akan melanjutkan pengayaan uranium jika negara Eropa yang tergabung dalam perjanjian nuklir 2015 atau JCPOA itu tidak membela Teheran dari sanksi AS. (has/has)