AS Batal Serang Iran yang Diperkirakan Bunuh 150 Orang

CNN Indonesia | Jumat, 21/06/2019 23:25 WIB
AS Batal Serang Iran yang Diperkirakan Bunuh 150 Orang Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. (MANDEL NGAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran, karena korban tewas diperkirakan mencapai 150 orang. Jumlah tersebut dinilai tidak akan menjadi balasan yang proporsional terhadap Teheran.

Hal ini terkait reaksi AS kepada Iran yang telah menembak jatuh pesawat tak berawak Amerika. Iran menegaskan pesawat AS itu melanggar wilayah udaranya. Namun klaim itu segera dibantah Washington.


Jatuhnya pesawat tak berawak itu telah meningkatkan ketegangan di antara kedua negara setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker yang disalahkan AS terhadap Teheran.

Di bawah tekanan untuk menanggapi insiden berisiko tinggi di dekat Selat Hormuz, Trump mengatakan AS didesak untuk membalas pada Kamis (20/6) malam dengan pukulan "tiga situs yang berbeda". Namun dia membatalkan serangan hanya 10 menit sebelum dilakukan.


"Saya bertanya, berapa banyak yang akan mati. 150 orang, tuan, adalah jawaban dari seorang Jenderal," kata Trump dalam akun Twitter, Jumat (21/6). Dia menyimpulkan serangan itu tidak akan "sebanding dengan Iran yang menembak sebuah pesawat tak berawak."


"Saya tidak terburu-buru. Militer kami dibangun kembali, baru, dan siap untuk pergi," tulisnya.

Presiden AS telah menyerang dengan nada agresif dalam komentar publik awal tentang Iran yang menembak jatuh pesawat pengintai Global Hawk.

"Iran membuat kesalahan yang sangat besar!" kata Trump dalam tweet-nya. Dia kemudian menambahkan di Gedung Putih, "Negara ini tidak akan tahan untuk itu, saya beri tahu Anda."

Tetapi ketika insiden fajar menyulut kekhawatiran konflik terbuka antara Amerika Serikat dan musuh bebuyutannya yang dinyatakan Iran, Trump bergerak untuk menekan kembali ketegangan itu.

"Saya merasa sulit untuk percaya itu disengaja, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya," kata Trump.


Pada Jumat (21/6), Iran berjanji untuk mempertahankan perbatasannya setelah menabrak drone, dengan komandan pasukan kedirgantaraan dari Pengawal Revolusi elitnya mengatakan pesawat itu diperingatkan dua kali sebelum ditembaki di atas Teluk Oman.

Iran mengatakan pihaknya telah memanggil duta besar Swiss, yang negaranya telah mewakili kepentingan AS sejak terputusnya hubungan diplomatik pascarevolusi Islam 1979, untuk mengeluarkan protes resmi.

Tetapi perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, mengatakan Teheran "bertanggung jawab meningkatkan ketegangan di kawasan itu," dan menuduhnya menolak tawaran diplomatik untuk memperdalam situasi.

"Iran perlu bertemu diplomasi dengan diplomasi, bukan kekuatan militer," kata Hook kepada wartawan di Arab Saudi.


[Gambas:Video CNN] (AFP/pmg)