KILAS INTERNASIONAL

Pedemo Hong Kong Minta Maaf Sampai Ujaran Zakir Naik Diusut

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 10:27 WIB
Pedemo Hong Kong Minta Maaf Sampai Ujaran Zakir Naik Diusut Ilustrasi demonstran di Bandara Hong Kong. (REUTERS/Tyrone Siu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai negara pada Kamis (15/8) kemarin. Mulai dari demonstran Hong Kong minta maaf sampai Kepolisian Malaysia usut dugaan ujaran kebencian Zakir Naik. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. Demonstran Hong Kong Minta Maaf Usai Lumpuhkan Bandara

Pengunjuk rasa di Hong Kong menyampaikan permintaan maaf mereka pada Rabu (14/8) kemarin, setelah melumpuhkan bandar udara internasional setempat selama dua hari. Aksi demonstrasi mereka mengakibatkan ratusan penerbangan harus dibatalkan.


"Terlantar selama tiga hari (di bandara), pembatalan penerbangan dan terpaksa mengubah rencana perjalanan merupakan hal yang tak seharusnya kalian alami, juga bukan maksud awal kami," tulis kelompok demonstran dalam suatu pernyataan, seperti dilansir surat kabar South China Morning Post, Kamis (15/8).

[Gambas:Video CNN]

Mereka mengaku terpaksa melakukan aksi demonstrasi di bandara, dengan alasan itu merupakan tempat terakhir yang aman bagi mereka untuk menyuarakan tuntutannya.

Kelompok pengunjuk rasa yang memiliki lebih dari 37 ribu anggota di grup media sosial Telegram juga mengumumkan penangguhan terhadap aksi demonstrasi di bandara. Namun, hal itu tak sepenuhnya diakhiri.


2. Menlu Panggil Dubes India dan Pakistan Bahas Konflik Kashmir

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dilaporkan memanggil Duta Besar India dan Pakistan untuk Indonesia. Dia meminta penjelasan mengenai ketegangan kedua negara terkait konflik di kawasan Kashmir.

Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, menuturkan pemanggilan kedua diplomat itu berlangsung pada Rabu (14/8).

[Gambas:Video CNN]

"Menlu kemarin telah memanggil Dubes Pakistan dan juga Dubes India. Pada pertemuan tersebut pada intinya ingin mendengar lagi perspektif dari masing-masing negara, dan berangkat dari informasi tersebut disampaikan kembali (oleh Menlu) pesan pesan yang menjadi posisi Indonesia," papar Teuku dalam jumpa pers rutin di Jakarta, Kamis (15/8).

Menurut Teuku, dalam pertemuan itu Retno menegaskan posisi Indonesia meminta India dan Pakistan bisa menyelesaikan masalah di Kashmir melalui dialog. Menurutnya, jika ketegangan antara India-Pakistan pecah menjadi konflik terbuka, kerugian tidak hanya akan dirasakan oleh kedua negara tapi juga di kawasan.


3. Pasukan Anti Huru-Hara China Siaga di Dekat Hong Kong

China dilaporkan telah menyiagakan polisi paramiliter ke kota dekat perbatasan dengan Hong Kong. Menurut sejumlah pengamat hal itu bertujuan untuk membuat gentar para pengunjuk rasa yang melakukan aksi demonstrasi di Hong Kong yang sudah berlangsung hampir tiga bulan.

Menurut laporan CNN, Kamis (15/8), jurnalis mereka yang berada di Shenzhen, China, melihat personel anggota Kepolisian Bersenjata Rakyat (PAP) disiagakan di Stadion Bay Sports, Shenzhen. Mereka membawa peralatan anti kerusuhan lengkap dengan perisai pelindung, tongkat polisi dan truk pengangkut.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah foto yang diambil dari satelit memperlihatkan truk kepolisian China terparkir di tengah stadion Shenzhen, yang terletak hanya beberapa mil dari pelabuhan Hong Kong.


4. Kepolisian Malaysia Usut Dugaan Ujaran Kebencian Zakir Naik

Kepolisian Malaysia saat ini sedang menyelidiki dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh pendakwah asal India, Dr. Zakir Naik. Menurut mereka, sampai saat ini ada 115 laporan yang mempersoalkan pernyataan Zakir Naik yang menyinggung pemeluk agama Hindu.

"Kami memang memulai penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat. Sampai saat ini kami menerima 115 laporan dari seluruh negeri," kata Direktur Badan Reserse Kriminal Federal Malaysia, Komisioner Datuk Huzir Mohamed, dalam jumpa pers di Markas Kepolisian Selangor, seperti dilansir Malay Mail, Kamis (15/8).

Menurut Huzir, penyelidikan terhadap Naik berdasarkan Pasal 504 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia. Pasal itu mengatur tentang larangan orang-orang yang berniat menghina untuk menghasut dan merusak ketertiban umum. Meski demikian dia tidak merinci sudah sejauh mana proses itu dilakukan. (ayp/ayp)