Korut Sebut Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 07:11 WIB
Korut Sebut Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Ilustrasi rudal AS. (Reuters/Lucy Nicholson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara menganggap uji coba rudal jelajah jarak menengah oleh Amerika Serikat sebagai langkah berbahaya yang dapat memicu "perang dingin baru" di kawasan.

"Pergerakan militer tak biasa dan berbahaya sekarang sedang terjadi, yang akan memicu perang dingin baru di Semenanjung Korea dan kawasan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (22/8).
Jubir tersebut kemudian mengatakan bahwa Korut sebenarnya masih berkomitmen untuk terus melakukan dialog denuklirisasi dengan AS.

Namun, "Kami sama sekali tak tertarik dengan dialog yang diiringi ancaman militer."


Ancaman militer yang dimaksud jubir itu bukan hanya peluncuran rudal pada Minggu (18/8) lalu, tapi juga rencana AS untuk mengerahkan jet tempur F-35 dan peralatan lainnya ke Semenanjung Korea.
AS sendiri memastikan bahwa semua persenjataan dan rudal itu tidak berkapasitas nuklir. Namun, uji coba rudal ini dianggap sebagai simbol tekad Washington untuk mengembangkan kapabilitas perang nuklir mereka.

Sementara itu, AS dan Korut masih terus mengupayakan dialog untuk perlucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.

Di tengah dialog yang pasang surut ini, Korut sebenarnya juga melakukan serangkaian uji coba rudal. Namun, mereka menekankan bahwa uji coba ini terus dilakukan karena AS dan Korsel tak menghentikan latihan militer gabungan.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Korut, perundingan denuklirisasi tak dapat berjalan beriringan dengan latihan militer. Selama ini, Korut menganggap latihan gabungan AS-Korsel tersebut sebagai upaya untuk menginvasi negaranya.

Setelah pertemuan pertama Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump di Singapura tahun lalu, AS sempat menghentikan latihan militer dengan Korsel agar perundingan berjalan mulus. (has/has)