Amandemen UUD Korut, Kim Jong-un Kini Sah Jadi Kepala Negara

CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 19:56 WIB
Amandemen UUD Korut, Kim Jong-un Kini Sah Jadi Kepala Negara Ilustrasi Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un. (REUTERS/KCNA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Parlemen Korea Utara menyetujui perubahan konstitusi yang membuat jabatan Kim Jong-un sebagai pemimpin tertinggi semakin kuat. Kini dia baru sah menjadi kepala negara.

"Status hukum Kim Jong-un sebagai perwakilan negara kami telah dikonsolidasikan lebih lanjut guna memastikan dengan tegas pedoman monolitik Pemimpin Tertinggi atas seluruh urusan negara," bunyi laporan kantor berita Korea Utara, KCNA, mengutip pernyataan Presiden Presidium Majelis Rakyat, Choe Ryong Hae, Jumat (30/8).
Menurut konstitusi lama, Presiden Presidium Majelis Rakyat Korea Utara merupakan kepala negara formal negara itu, sementara Kim Jong-un diakui sebagai "pemimpin tertinggi" yang memimpin seluruh angkatan bersenjata.

Sedangkan amandemen konstitusi yang baru menetapkan Kim Jong-un sebagai "perwakilan tertinggi bagi rakyat Korea sekaligus panglima tertinggi" angkatan bersenjata negara terisolasi itu.


Dengan keputusan itu, selain menjadi pemimpin tertinggi angkatan bersenjata, Kim Jong-un juga diakui sebagai kepala negara Korea Utara.

KCNA menyebutkan perubahan konstitusi ini memberikan Kim Jong-un kewenangan membentuk peraturan perundang-undangan, dekrit, hingga penunjukkan utusan diplomatik Korea Utara bagi negara asing.
Perubahan konstitusi ini dilakukan Pyongyang setelah Kim Jong-un secara resmi ditunjuk sebagai kepala negara sekaligus panglima militer pada Juli lalu.

Sejumlah analis menganggap perubahan konstitusi ini menjadikan posisi Kim Jong-un sama tinggi dan kuat dengan mendiang sang kakek yang merupakan pendiri Korea Utara, Kim Il-sung.

"Dengan amandemen ini, Kim Jong-un menghidupkan kembali sistem kepala negara yang dicetus kakeknya," ucap seorang analis dari Sejong Institute, Cheong Seong-chang, seperti dikutip AFP.

"Dia (Kim Jong-un) telah menjadi kepala negara de facto," paparnya menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Pakar Korea Utara dari situs berita NK News, Rachel Minyoung Lee, bahkan menganggap perubahan konstitusi ini bisa menjadikan Kim Jong-un sebagai pemimpin Korea Utara paling kuat setelah mendiang Kim Il-sung.

"Dengan semakin memperkuat otoritas jabatan ketua SAC, Kim Jong-un sekarang setara dengan Kim Il-sung," papar Lee. (rds/ayp)