Tentara Israel Akui Ada Kesalahan Serangan Mematikan di Gaza

CNN Indonesia | Rabu, 25/12/2019 04:29 WIB
Tentara Israel Akui Ada Kesalahan Serangan Mematikan di Gaza Serangan Israel di Gaza. (AFP/Mahmud Hams)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Israel mengakui serangan di Gaza yang menewaskan sembilan anggota keluarga disebabkan oleh penilaian yang salah terhadap warga sipil.

Dilansir dari AFP, serangan udara 14 November menargetkan rumah Rasmi Abu Malhous. Tokoh yang digambarkan oleh Israel sebagai komandan Jihad Islam, gerakan gerilyawan Palestina di mana Israel telah melancarkan kampanye selama tiga hari.


Rasmi dan delapan anggota keluarganya terbunuh oleh serangan itu, termasuk lima anak.


Melalui pernyataannya, pihak tentara mengatakan bahwa intelijen yang dikumpulkan sebelum serangan tersebut mengindikasikan bahwa kediaman itu "ditetapkan sebagai kompleks militer organisasi teror Jihad Islam".

Tentara telah memperkirakan bahwa warga sipil tidak akan dirugikan akibat serangan di wilayah itu, yang diyakini tidak dapat diakses oleh anggota masyarakat. Namun penyelidikan militer kemudian menemukan hal lain.

"Bahwa meskipun kegiatan militer dilakukan di markas, tempat itu bukan kompleks tertutup, dan pada kenyataannya warga sipil hadir di sana," katanya.

Pihak tentara menyatakan akan belajar dari kesalahan agar kejadian serupa tidak terulang. Tentara mengklaim pihaknya telah melakukan "upaya besar ... untuk mengurangi kerusakan pada non-pejuang".


Laporan militer juga menyalahkan Jihadis karena mengeksploitasi dan membahayakan non-kombatan dengan menempatkan aset militernya di jantung populasi sipil, selain dengan sengaja bertindak dari dalam wilayah sipil yang padat penduduk.

Gejolak tiga hari dimulai ketika Israel membunuh seorang pejabat senior Jihadis di Gaza pada 12 November.

Kelompok Islam, yang bersekutu erat dengan penguasa Gaza Hamas, merespons dengan menembakkan lebih dari 450 roket ke Israel. Selama konfrontasi, pasukan Israel menyerang puluhan target di kantong.

Para pejabat Palestina mengatakan 35 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 100 lainnya terluka. Tidak ada korban jiwa Israel.

Dalam laporan Selasa lalu, tentara Israel mengatakan operasi November telah sukses memberikan pukulan pada kelompok Jihadis dan melayani untuk meningkatkan keamanan warga sipil Israel dan membantu mencegah "kampanye militer yang lebih luas."


[Gambas:Video CNN] (AFP/pmg)