Badai Dennis Picu Banjir Besar di Inggris

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 11:57 WIB
Badai Dennis Picu Banjir Besar di Inggris Ilustrasi badai. Sejumlah wilayah di Inggris terendam banjir akibat tingginya curah hujan dipicu Badai Dennis. (AFP PHOTO / RYAN MCBRIDE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badai Dennis yang menerjang Inggris sejak akhir pekan memicu banjir di sejumlah wilayah. Dilaporkan seorang penduduk perempuan berusia 55 tahun meninggal akibat tersapu banjir di Kota Tenbury Wells.

Seperti dilansir AFP, Selasa, (18/2), badai Dennis berkecepatan 140 kilometer per jam membuat sejumlah pemerintah daerah menerbitkan peringatan bahaya kepada penduduk. Hujan deras selama 48 jam terjadi di berbagai wilayah dan menyebabkan banjir.

Menurut Direktur Eksekutif Badan Lingkungan, James Bevan, tercatat 400 rumah di Inggris terendam banjir yang dipicu badai. Dia mengatakan sudah mengerahkan sekitar seribu orang petugas untuk membantu masyarakat.

"Ini belum berakhir. Kami masih mewaspadai banjir dan ada kemungkinan sungai-sungai besar akan meluap dan merendam kawasan sekitarnya," kata Bevan.


Selain Inggris, Badai Dennis juga menerjang Prancis bagian barat laut. Angin kencang membuat jaringan listrik di kawasan berpenduduk sekitar 20 ribu orang padam.

Badan penanggulangan bencana Inggris menerbitkan 600 peringatan bahaya banjir dan badai di wilayah yang terbentang dari Sungai Tweed yang membatasi Inggris dan Skotlandia sampai daerah Cornwall di barat daya.

Banjir yang cukup tinggi dilaporkan terjadi di sebelah selatan Wales dan bagian barat kawasan tengah Inggris.

Kementerian Pertahanan Inggris menerjunkan tentara untuk membantu penduduk di West Yorkshire yang rumahnya terdampak banjir akibat terjangan Badai Ciara pada pekan lalu. Dikhawatirkan curah hujan yang tinggi akibat badai akan membuat sungai setempat meluap dan menggenangi daerah sekitarnya.

Menteri Lingkungan, George Eustice, menyatakan pemerintah berusaha melakukan apapun untuk mencegah banjir semakin meluas.

[Gambas:Video CNN]

"Kami tidak akan bisa melindungi setiap rumah karena perubahan iklim dan nyatanya memang peristiwa alam semakin ekstrem," kata Eustice.

Dua sungai di selatan Wales meluap pada Minggu pekan lalu membuat kawasan pemukiman di sekitarnya terendam. Aparat dan petugas penyelamat bekerja keras untuk menyelamatkan para penduduk dan hewan peliharaan mereka yang terjebak.

Petugas penyelamat juga menemukan dua jasad lelaki yang terapung di laut di perairan sebelah selatan.

Korps Penjaga Pantai Kerajaan Inggris juga mengirim helikopter untuk membantu Angkatan Laut mencari seorang lelaki yang merupakan awak kapal yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Margate, Kent.

"Setelah mencari berjam-jam, kami menemukan satu jasad lelaki dan kemudian dibawa ke darat," demikian isi pernyataan Penjaga Pantai Inggris.


Tim penyelamat di Teluk Herne juga menemukan jasad seorang lelaki yang berada di perairan saat badai.

Badan Meteorologi Inggris (Met Office) menyatakan mereka akan membeli komputer sebesar US$1.6 miliar, yang dinilai paling canggih untuk memprediksi cuaca. (ayp/ayp)