Kilas Internasional

Duterte Ancam Tembak Pelanggar hingga WNI di AS Kena Corona

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 06:40 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte perintahkan tembak mati pelanggar karantina hingga dua WNI di AS positif virus corona, ramaikan berita internasional, Kamis. Presiden Filipina Rodrigo Duterte m perintahkan tembak mati pelanggar karantina corona. (Ted ALJIBE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Kamis (2/4). Mulai dari Presiden Filipina Rodrigo Duterte perintahkan tembak mati pelanggar karantina hingga dua WNI di Amerika Serikat positif virus corona.

1. Presiden Filipina Perintahkan Tembak Mati Pelanggar Karantina

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan kepolisian dan militer negara untuk menembak mati setiap pelanggar kebijakan karantina pandemi virus corona.


Mereka yang tidak patuh dianggap menjadi ancaman penyebaran Covid-19.

Pernyataan Duterte ini disampaikan setelah warga Barangay, Kota Quezon melakukan protes di jalan karena mengeluhkan pasokan makanan.


2. Korut Tetap Yakin Belum Terpapar Virus Corona

Korea Utara (Korut) berkeras menyatakan negara mereka masih terbebas dari virus corona (Covid-19).


Direktur Anti Epidemi Markas Besar Darurat Anti Epidemi Korea Utara, Pak Myong Su, menegaskan bahwa berbagai upaya, seperti menutup perbatasan, dianggap berhasil menahan penyebaran virus mematikan tersebut.

"Sejauh ini tidak ada satu orang pun yang terinfeksi virus corona baru di negara kami," kata Pak sebagaimana dilansir dari AFP, Kamis (2/4).

3. Dua WNI di AS Positif Virus Corona

Dua warga Indonesia di Amerika Serikat dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) pada Rabu (1/4).

Konsulat Jenderal RI di New York menuturkan kedua WNI tersebut berada di wilayah kerja mereka. "Berdasarkan laporan yang diterima KJRI New York sejauh ini, terdapat dua WNI yang berstatus positif Covid-19," bunyi pernyataan KJRI New York.

[Gambas:Video CNN]

KJRI New York memiliki wilayah kerja di 15 negara bagian di Pesisir Timur AS, dengan jumlah WNI sekitar 32.000 belum termasuk diaspora Indonesia yang telah menjadi warga AS. (dea)