Kendati demikian, Italia diduga telah melewati puncak penyebaran virus corona. Seperti halnya China, Italia juga menerapkan kebijakan lockdown sejak 9 Maret.
Sejak memutuskan lockdown dan mengharuskan warga tinggal di rumah, Italia sempat beberapa kali mencatat lonjakan kasus baru. Pemerintah Italia kemudian memutuskan untuk memperpanjang lockdown sampai 12 April setelah infeksi virus corona merenggut 11.591 jiwa hingga 31 Maret lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jelang pencabutan lockdown, pemerintah Italia menyatakan kebijakan tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, khususnya di area yang sejak awal terdampak Covid-19.
Sekitar 10 kota di Italia utara termasuk kawasan Lombardia, Vo Euganeo, kota Veneto, dan Provinsi Padova mulai melaporkan penurunan kasus baru dan pasien Covid-19 yang meninggal ditambah pasien sembuh yang terus bertambah.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Sekitar seminggu jelang pencabutan lockdown, untuk pertama kalinya Italia mencatat angka kematian harian terendah sejak 19 Maret. Pada Senin (6/4) lalu, Italia mencatat angka kematian terendah sebanyak 525 jiwa, jauh dari angka terendah sebelumnya pada 19 Maret sebanyak 427 korban jiwa.
Angkat tersebut juga menurun 23 persen dibandingkan sehari sebelumnya pada Sabtu (4/4) yang mencapai 681 korban jiwa dalam tempo sehari.
Penurunan angka kematian kembali terjadi di detik-detik terakhir pencabutan lockdown. Pada Minggu (12/4) Italia mencatat kematian terendah dalam kurun tiga pekan terakhir.
Kepala Layanan Perlindungan Sipil Angelo Borelli mengaku pihaknya merasakan penurunan tekanan Covid-19 dari turunnya jumlah orang yang dirawat di rumah sakit saat ini. "Tekanan terhadap rumah sakit terus mereda," kata Borelli dikutip dari AFP.
Lanjut ke halaman berikutnya: Prancis
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Foto: CNN Indonesia/Fajrian
salah satu sudut kota Paris yang sepi saat lockdown. (Foto: Philippe LOPEZ / AFP)