Jam Malam Dicabut, Thailand Bolehkan Restoran Jajakan Alkohol

CNN Indonesia | Minggu, 14/06/2020 02:11 WIB
People wearing face masks amid fears of the spread of COVID-19 coronavirus line up to sell their jewelries in front of a gold shop in Bangkok's Chinatown on April 15, 2020. - Hundreds of Bangkok residents rushed to goldsmith shops in order to sell their jewelries as gold prices reached its highest levels since 2012. (Photo by Mladen ANTONOV / AFP) Ilustrasi pandemi virus corona di Thailand. (AFP/MLADEN ANTONOV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Thailand mulai mencabut ketentuan jam malam pada Senin (15/6) pekan depan. Restoran dan hotel juga bakal dibolehkan menjual minuman beralkohol.

Pekan depan bakal jadi fase keempat pembukaan setelah lockdown diterapkan sejak Maret lalu untuk menekan penyebaran virus corona.

Sebelumnya Thailand menerapkan jam malam tiap pukul 22.00 sampai 04.00 waktu setempat sejak 4 April 2020.


Juru Bicara Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA) Thailand, Taweesin Visanuyothin mengatakan sejumlah pembatasan akan diperlonggar mulai Senin depan. Ini karena transmisi lokal di Thailand sudah nihil.

"Kami belum memiliki laporan kasus baru dari transmisi lokal selama 18 hari sekarang. Tapi tetap saja, kita tidak boleh lengah," ungkapnya dalam konferensi pers di Gedung Pemerintah dikutip Channel News Asia, Sabtu (13/6).

Thailand sendiri mencatat empat kasus baru corona pada Jumat kemarin. Keempat kasus tersebut datang dari India dan dinyatakan positif ketika dikarantina di provinsi Chonburi.

Total kasus positif di sana kini menjadi 3.129 orang. Di mana 2.987 kasus di antaranya sembuh dan 58 kasus meninggal dunia.

Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Pemerintah Thailand juga bakal mengizinkan sekolah internasional, lembaga pendidikan dengan kurikulum internasional, sekolah tutorial, dan sekolah dengan siswa tak lebih dari 120 orang dibuka pekan depan.

Kemudian aktivitas konser, bioskop, kompetisi olahraga, pameran, pusat pengasuhan anak, serta tempat spa dan pijat juga diperbolehkan dan ketentuan protokol kesehatan.

Kendati mulai memperlonggar sejumlah pembatasan, Taweesin mengatakan Thailand masih membatasi perjalanan internasional melalui udara, darat dan laut hingga akhir bulan.


Namun pemerintah bakal mempertimbangkan "gelembung perjalanan" bagi kelompok wisatawan asing tertentu yang boleh memasuki Thailand sebagai upaya pemulihan ekonomi.

Langkah-langkah pengendalian kesehatan dan perhotelan masih jadi pembahasan hingga kini. Nantinya pengusaha dan wisatawan medis bakal jadi kelompok yang pertama diizinkan masuk Thailand.

Kemudian wisatawan dari negara seperti China, Hong Kong, Makau, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Australia, Selandia Baru, Laos, Vietnam, Myanmar, Kamboja dan beberapa negara Timur Tengah menyusul.

Pandemi corona memberikan dampak cukup signifikan terhadap perekonomian Thailand. Bank sentral memperkirakan Pendapatan Domestik Bruto Thailand bakal menurun 5,3 persen tahun ini.

Parlemen Thailand pun telah menyetujui tiga skema dukungan ekonomi senilai 1,9 triliun baht atau US$61,45 miliar bulan lalu. Namun beberapa pihak sempat mencurigai transparansi pemerintah karena kurang informasi terkait pengeluaran negara. (fey/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK