Popularitas Trump Menurun, Elektabilitas Joe Biden Meroket

CNN Indonesia | Jumat, 19/06/2020 05:55 WIB
President Donald Trump listens during a roundtable with industry executives about reopening country after the coronavirus closures, in the State Dining Room of the White House, Friday, May 29, 2020, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon) Presiden AS sekaligus calon petahana pilpres AS 2020 dari Partai Republik, Donald Trump. (AP/Alex Brandon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tingkat keterpilihan calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, dilaporkan unggul 13 poin dari petahana yang diusung Partai Republik, Donald Trump.

Hasil tersebut diketahui dari jajak pendapat dari Reuters-Ipsos.

Dalam survei tersebut, 48 persen responden mengatakan mereka akan memilih Biden, dan 35 persen lainnya mengatakan akan mendukung Trump.

Trump mengetahui perolehan suaranya menurun dalam jajak pendapat di beberapa bulan terakhir. Penurunan itu diduga sebagai kritik atas penanganannya terhadap pandemi virus corona, dan tanggapannya terhadap aksi protes nasional atas terbunuhnya George Floyd di tangan polisi dan rasisme kepada kulit hitam.


Dilansir The Hill, Kamis (18/6), 55 persen responden mengatakan mereka tidak puas dengan penanganan pandemi ala Trump yang telah menewaskan lebih dari 115.000 warga Amerika. Hanya 40 persen responden yang menyetujui kebijakan yang diambil Trump di masa krisis.

Sebaliknya, sekitar dua pertiga dari responden yang disurvei ikut bersimpati terhadap aksi protes yang telah berlangsung selama lebih dari tiga pekan.

Secara terbuka, Trump mengambil sikap agresif terhadap aksi protes. Memang di beberapa wilayah demonstrasi itu memicu aksi penjarahan dan perusakan properti.

Trump berulang kali juga mengancam akan mengerahkan militer untuk meredam kerusuhan, yang dinilai semakin memperkeruh suasana.


Menurut sebuah jajak pendapat terbaru, dukungan untuk Trump di kalangan Partai Republik juga menurun sebanyak 13 poin sejak Maret lalu.

Selama proses pemakzulan, hanya 38 persen responden yang menyetujui kinerja Trump. Angka tersebut menjadi tingkat dukungan terendah kepada Trump sejak November 2019.

Aspek menguntungkan Trump dalam jajak pendapat ada pada ekonomi, di mana 43 persen responden mengatakan kinerja Trump sangat baik bagi perekonomian. Sementara 38 persen lainnya memilih Biden.



Jajak pendapat yang dilakukan sejak 10 hingga 16 Juni itu mensurvei sebanyak 4.426 pemilih terdaftar dan memiliki margin kesalahan sebesar dua poin persentase.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]