MA Tolak Setop Perlindungan Imigran Anak, Trump Naik Pitam

CNN Indonesia | Jumat, 19/06/2020 03:20 WIB
President Donald Trump speaks during an event at the Vehicle Assembly Building on Saturday, May 23, 2020, after viewing the SpaceX flight at NASA's Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla. A rocket ship designed and built by SpaceX lifted off on Saturday with two Americans on a history-making flight to the International Space Station. (AP Photo/Alex Brandon) Presiden Donald Trump naik pitam setelah Mahkamah Agung AS menolak permintaan pemerintah untuk menghentikan program perlindungan 700 ribu imigran anak. (AP/Alex Brandon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump naik pitam setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat menolak permintaan pemerintah untuk menghentikan program perlindungan 700 ribu imigran anak.

Trump meluapkan amarahnya melalui serangkaian kicauan di akun Twitter pribadinya pada Kamis (18/6), setelah MA menolak tuntutan penghentian program gagasan Barack Obama bernama Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) tersebut.

"Keputusan DACA, sangat politis, dan tampaknya tidak berdasarkan hukum, memberikan Presiden AS kekuatan lebih kuat dari yang diantisipasi. Bagaimanapun, saya hanya akan bertindak untuk kepentingan Amerika Serikat," tulis Trump.


Di kicauan selanjutnya, Trump menulis, "Sebagai Presiden AS, saya meminta solusi hukum terkait DACA, bukan politis, sesuai dengan hukum. Mahkamah Agung tak memberikannya kepada kita, jadi sekarang kita harus mengulangi prosesnya lagi."

Namun, Mahkamah Agung sendiri sudah memutuskan penolakan tersebut dengan suara bulat, yaitu empat banding satu hakim anggota.

Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts, mengatakan bahwa tak ada masalah dengan program DACA.

Ia justru menyatakan bahwa Trump melanggar prosedur pemerintahan karena terburu-buru meminta penangguhan DACA berdasarkan penilaian hukum yang lemah.

Trump mengajukan permohonan penghentian DACA pada September 2017, saat ia sedang gencar berupaya menghentikan semua kebijakan imigrasi Obama, bahkan ingin mengusir 10 juta imigran ilegal yang sudah tinggal bertahun-tahun di AS.

Pemerintahan Obama sendiri mengesahkan DACA pada 2012 untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak dari imigran yang datang ke AS. Di bawah aturan itu, anak imigran bisa belajar dan bekerja di Negeri Paman Sam.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK