Trump Disebut Setop Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 12:43 WIB
FILE- In this March 23, 2020 file photo, President Donald Trump talks during a briefing about the coronavirus in the James Brady Briefing Room, Monday, March 23, 2020, in Washington, as Attorney General William Barr looks on. Legislation to extend surveillance authorities that the FBI sees as vital in fighting terrorism was thrown in doubt Wednesday as President Donald Trump, the Justice Department and congressional Republicans all came out in opposition. (AP Photo/Alex Brandon) Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Alex Brandon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menghentikan rencana Israel mencaplok wilayah Tepi Barat, Palestina.

Dalam sebuah wawancara, mantan Ketua Parlemen Israel, Abraham Borg, mengatakan hal itu dilakukan Trump karena sang presiden tak memiliki waktu untuk membantu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu merealisasikan rencana itu.

"Trump menghentikan rencana aneksasi karena dia tidak punya waktu membantu PM Netanyahu dalam mengimplementasikan aneksasi Tepi Barat dan Lembah Jordan," kata Borg saat diwawancara surat kabar Italia Il Fatto Quotidiano.


Borg menggambarkan bahawa Netanyahu dan Trump sama-sama menderita "penyakit jiwa narsistik dan tak memiliki etika" yang siap "melakukan apa saja dan dengan siapa saja untuk menyelamatkan diri agar tetap berkuasa".

Infografis Hasrat Israel Caplok Tepi BaratFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Pernyataan itu diutarakan Borg menyusul penundaan rencana aneksasi Tepi Barat oleh PM Netanyahu yang semula dijadwalkan mulai pada 1 Juli kemarin.

Pemerintahannya beralasan penundaan dilakukan karena Israel harus kembali fokus menghadapi ancaman gelombang kedua pandemi virus corona (Covid-19). Sebab, belakangan Israel kembali mendeteksi sejumlah kasus corona baru.

Namun, Borg menuturkan sangat sulit memprediksi kapan rencana aneksasi akan dilangsungkan.

"Sangat sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk menetapkan ekspektasi pada aneksasi karena tidak ada transparansi dalam rencana ini. Tidak ada yang tahu rencana detailnya," ujar Borg seperti dikutip kantor berita Anadolu.

Rencana aneksasi Tepi Barat dijanjikan Netanyahu dalam kampanye pemilu pada Maret lalu. Ia menjanjikan akan secara resmi mencaplok wilayah Tepi Barat jika ia dan partainya kembali terpilih lagi mendominasi pemerintahan.

Selain akibat pandemi, rencana aneksasi tampaknya tertunda karena mendapat kecaman sangat keras dari dunia internasional.

Rencana aneksasi ini bagian dari rangkaian proposal perdamaian Israel-Palestina kontroversial yang digagas Trump. Proposal itu dinilai bias dan lebih menguntungkan Israel, sekutu lama AS di Timur Tengah.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]