AS Sebut China Harus Tanggung Jawab soal Pandemi Virus Corona

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 17:17 WIB
A worker in a protective suit swabs the throat of a man at a COVID-19 testing site for those who were potentially exposed to the coronavirus outbreak at a wholesale food market in Beijing, Wednesday, June 17, 2020. As the number of cases of COVID-19 in Beijing climbed in recent days following an outbreak linked to a wholesale food market, officials announced they had identified hundreds of thousands of people who needed to be tested for the coronavirus. (AP Photo/Mark Schiefelbein) Pemeriksaan virus corona do Beijing, China. (AP/Mark Schiefelbein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, pada Rabu (15/7) kemarin mengatakan bahwa dia meyakini China harus bertanggung jawab penuh atas pandemi virus corona (Covid-19).

"Saya pikir dunia akan benar-benar membuat mereka (China) membayar harga (atas pandemi ini)," kata Pompeo dalam acara virtual dengan The Hill.

"Setiap tempat yang saya tuju, setiap menteri luar negeri yang saya ajak bicara, mereka mengakui apa yang telah dilakukan China terhadap dunia. Saya sangat yakin bahwa dunia akan memandang China secara berbeda," tambah Pompeo.


Dilansir CNBC, Kamis (16/7), selama berbulan-bulan pemerintahan Trump telah mengisyaratkan bahwa AS akan mengambil langkah untuk menghukum China karena gagal mencegah virus corona yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China, lalu menyebar ke seluruh dunia.

Pada Selasa lalu, Presiden AS, Donald Trump, menandatangani undang-undang untuk menjatuhkan sanksi terhadap China sebagai tanggapan atas pengesahan Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong.

Dua sumber mengatakan kepada CNBC bahwa Trump untuk sementara waktu berencana menunda sanksi tersebut karena khawatir dengan hubungannya dengan China memburuk.

Dikonfirmasi CNBC, seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan Pompeo juga menuduh China telah bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menutupi krisis virus corona yang masih terus berkembang.

Awal bulan ini, pemerintahan Trump mengajukan pemberitahuan untuk menarik diri dari WHO paling lambat 6 Juli 2021.

"Ketika Anda memiliki sebuah insiden di negara Anda yang berpotensi menjadi pandemi, Anda memiliki kewajiban untuk melaporkannya dan membiarkan orang lain masuk dan membantu Anda bersikap transparan tentang hal itu. Partai Komunis China memilih cara berbeda, mereka bekerja sama (co-opted) dengan WHO untuk menutupi (pandemi)," terang Pompeo.

"Hasilnya, hari ini kita menyaksikan ratusan ribu orang telah meninggal dan (merugi) triliunan dolar terhadap kerusakan global sebagai akibat langsung dari keputusan Partai Komunis China," tambahnya.

Menurut data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, lebih dari setengah juta orang di seluruh dunia meninggal karena virus corona. AS melaporkan lebih banyak kematian dan infeksi akibat Covid-19 dibandingkan negara lain.

Total kasus di AS hingga kini telah mencapai 3.617.040 orang, 140.150 orang meninggal dunia, dan sebanyak 1.645.966 dinyatakan sembuh.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]